NKRIPada setiap hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, kita tentu akan selalu mendengar narasi yang tak pernah lekang ditelan zaman, dan tentunya tak akan pernah pula bosan kita simak, yaitu narasi tentang sangat besarnya pengorbanan para pahlawan dalam memerjuangkan kemerdekaan bangsa. Ya, pengorbanan mereka memang sangat besar. Harta dan nyawa mereka korbankan demi sebuah kehidupan mulia yang kemudian mereka wariskan kepada anak cucu mereka.

Tiga setengah abad lamanya perjuangan itu dijalani dengan sabar. Berkali-kali mereka menemui kegagalan dalam upaya mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Berkali-kali mereka gagal dalam memenangi pertempuran fisik. Berkali-kali bangsa ini harus merasakan pengkhianatan segelintir orang yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya. Bangsa ini juga berkali-kali menjadi korban intrik politik “pecah-belah” pihak musuh.

Semuanya dijalani dengan penuh kesabaran. Perjuangan demi perjuangan dirajut hingga menjadi pintalan rasa kebangsaan yang masif dan kokoh. Jatuh bangun dalam kegagalan menjadi tonik yang menggelorakan semangat untuk merdeka bersama-sama dalam satu wadah: bangsa Indonesia.

Tiga setengah abad tentulah bukan waktu yang sebentar. Waktu yang sangat lama itu telah mengajarkan kepada bangsa ini bahwa salah satu penyebab kegagalan perjuangan adalah isu perpecahan yang memang dilancarkan oleh musuh bangsa. Strategi kaum imperialis di mana-mana sama: divide and rule (pecah belah, lalu kuasai).

Bangsa ini faham bahwa perpecahan adalah instrumen kekalahan di masa lalu, dan akan terus menjadi faktor kegagalan di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Karena itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi frasa yang sangat keramat. Kesatuan bangsa adalah harga mati bagi sebuah cita-cita kemerdekaan; dan juga harga mati bagi upaya untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. ‘NKRI harga mati’ adalah semboyan sakral yang akan terus menjadi sumber energi bangsa ini dalam mengarungi tantangan zaman.

Siapapun juga yang mencoba mengoyak kebersamaan ini akan berhadapan dengan para patriot bangsa. ISIS (IS), Al-Qaedah, isu khilafah, dan berbagai isu lainnya yang terindikasi sebagai gerakan yang mengotak-atik kesatuan bangsa ini, pastilah akan berhadapan dengan penolakan tegas seluruh elemen bangsa, termasuk kaum Muslimin.

Jangan pernah berani mengoyak kebersamaan kami, Bung! Kami telah berjanji sepenuh hati untuk menjaga kemerdekaan yang didapat melalui pengorbanan sangat besar para pahlawan kami. Kami tak akan pernah menyia-nyiakan perjuangan mereka. Meskipun untuk itu, kami juga harus mengorbankan jiwa dan raga kami.

Percuma saja kalian berkoar-koar dengan mengatasnamakan agama dan mengibarkan panji suci Islam. Bagi kami, sekali saja kalian mengotak-atik NKRI, sudah menjadi jelas bahwa semua semboyan dan panji itu tidak lebih daripada topeng untuk menutupi hakikat buruk kalian.

Dirgahayu Republik Indonesia!

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL