baiatIslam adalah agama yang datang dengan membawa keterangan jelas dan nyata, tanpa ada penipuan ataupun hal yang disembunyikan. Islam adalah ad-din al-mubin (agama yang jelas). Allah menegaskan konsep ini lewat sebuah surah Al-Quran, Al-Bayyinah (yang artinya terjelaskan). Di dalam surah ini, Allah menyatakan bahwa segala macam penentangan dari kaum penerima kitab samawi (Ahlul Kitab) terhadap Islam muncul setelah mereka mendapatkan keterangan yang jelas terkait agama ini.

Prinsip bayyinah dan tanpa adanya tipu-tipu ini berlaku secara komprehensif untuk seluruh sendi kehidupan beragama. Tak ada satupun unsur dalam agama Islam yang bersifat jebakan. Semuanya harus disampaikan sejelas mungkin. Jika sebuah gerakan dakwah sampai mengandung jebakan, itu adalah indikasi kuat bahwa gerakan tersebut memang tidak sesuai dengan Islam.

Prinsip transparansi inilah yang agaknya dilanggar oleh gerakan ISIS (dan yang seide dengannya) dalam merekrut para pengikut dari seluruh dunia. Berbagai testimoni dari mereka yang sudah terlanjur berbaiat dan pergi untuk berjihad di Irak dan Suriah menunjukkan bahwa banyak hal prinsipil di lapangan yang ternyata membuat mereka terkaget-kaget. Sebagian karena hal tersebut tidak terjelaskan secara detail. Para jihadis import itu hanya diberitahu secara global tentang jihad. Mereka tak diberi tahu tentang betapa sangat rumitnya situasi di lapangan. Kerumitannya bukan hanya terkait dengan masalah teknis, melainkan menyangkut masalah-masalah prinsip perjuangan dan ideologis.

Sebagian fakta di lapangan yang ditemukan oleh para jihadist itu juga ternyata bertentangan dengan apa yang sebelumnya digambarkan kepada mereka. Fakta bahwa memang terjadi perang dengan sesama ‘mujahid’ tentulah tak pernah diungkap saat rekruitment. Para jihadis itu dirayu tentang betapa kelompok mereka berada dalam satu barisan yang kokoh dalam rangka menghancurkan apa yang mereka sebut “thaghut”.

Banyak sekali di antara mereka yang merasa terjebak. Tapi, mereka tidak mungkin bisa keluar dari jebakan. Pertama, karena aturan baiat dalam sebuah gerakan jihad adalah: sekali berbaiat, pantang batal. Tak ada ampun bagi tindakan desersi. Artinya, jika ada yang mencoba kabur, ia harus diburu sampai ke liang kubur.

Kemudian, yang kedua, secara psikologis, sangat berat bagi siapapun juga untuk kembali ke keluarga, teman-teman, dan tanah airnya, setelah sebelumnya sudah menunjukkan keteguhan niat, bahkan mengajak yang lain untuk ikut berjihad. Parahnya lagi, mereka saat itu mengecam keras pihak manapun yang tidak sejalan dengan mereka. Akibatnya, ketika situasi menunjukkan hal sebaliknya mereka tersandera dengan kata-kata mereka sendiri. Hanya ketulusan dan kejujuran yang kuatlah yang bisa membantu mereka menghempaskan egoisme sekaligus mengakui kekeliruan langkah tersebut.

Fenomena ini mestinya menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil langkah. Juga agar tidak dengan mudahnya jatuh ke dalam sikap ekstrem. Ekstremitas (ifrath) tak pernah direkomendasikan oleh agama Islam. Selain punya konsep yang jelas, Islam juga agama yang didasarkan kepada keseimbangan (i’tidal).(editorial/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL