damkar-ISISMesin perang Amerika Serikat sudah kembali menderu di bumi Irak. Kali ini, mereka melancarkan sejumlah serangan udara ke sejumlah titik yang diperkirakan menjadi sentra-sentra milisi ISIS. Amerika mengklaim intervensi militernya ini dalam rangka mencegah perluasan genosida yang dilakukan ISIS terhadap kelompok-kelompok minoritas di Irak. Mereka ingin menjadi pemadam kebakaran; mereka tampil bak pahlawan kemanusiaan.

Padahal, Amerikalah yang dulunya membidani kelahiran ISIS dari induknya yang juga diciptakan Amerika, yaitu Al-Qaeda. Amerika juga yang memberikan bantuan finansial dan dukungan moral lewat propaganda media hingga kelompok ini meraih banyak momentum kemajuan dalam upaya menumbangkan pemerintahan Assad di Suriah. Maka, jikapun Amerika diasosiasikan sebagai pemadam kebakaran, tentu ini sebenarnya adalah fenomena manipulasi pencitraan. Yang dipadamkan oleh Amerika adalah kebakaran yang mereka buat sendiri.

Ini sebenarnya perulangan sejarah. Empat belas abad yang lalu, Alquran sudah menyindir perilaku seperti ini yang ditunjukkan orang-orang Yahudi di kawasan Yatsrib (Madinah). Pada masa itu, ada dua kabilah Yahudi yang berkoalisi dengan dengan dua kabilah paganis. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus. Sedangkan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj.

Aus dan suku Khazraj adalah dua kabilah terbesar di Yatsrib. Di antara keduanya, berkali-kali terjadi peperangan besar. Tak sulit melacak peran Bani Quraizhah dan Bani Nadhir dalam memprovokasi peperangan demi peperangan itu. Hal ini, misalnya, terlihat dari solusi yang dipakai untuk meminimalisir dampak perang. Di antaranya adalah soal tebusan tawanan. Sejarah mencatat bahwa saat itu, jika akibat dari peperangan adalah tertawannya sejumlah prajurit dari pihak musuh, maka musuh bisa meminta pembebasan para tawanan dengan tebusan sejumlah uang. Hal ini biasanya bisa meredakan sesaat situasi panas perang, dan rakyat sipil untuk sementara bisa bernafas lega karena terbebas dari gegap gempita pesta maut peperangan.

Pihak yang mengusulkan resolusi perdamaian dengan mekanisme penebusan tawanan itu adalah kelompok Yahudi. Itu memang resolusi yang sangat khas Yahudi, karena memang tercantum dengan jelas di kitab suci mereka.

Lalu, apakah dengan menjadi pengusung “resolusi tebusan tawanan” itu mereka bisa disebut pahlawan? Sekilas, sepertinya memang benar demikian. Akan tetapi, Alquran dengan segera membongkar kebusukan model pencitraan mereka itu. Alquran menyebutnya sebagai bentuk ketaatan parsial, dan pembangkangan terhadap perintah agama yang lebih inti. Perintah apa itu? Yaitu perintah untuk tidak saling membunuh, mengusir, menebar fitnah, dan membenci.

“Kemudian kalian saling membunuh diri kalian (saudara sesama) dan saling mengusir satu sama lain dari kampung halaman masing-masing. Kalian saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Adapun jika mereka datang kepada kalian sebagai tawanan, kalian tebus mereka. Padahal, mengusir mereka itu (juga) terlarang bagi kalian. Apakah kalian beriman kepada sebagian dari Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain?” (Al-Baqarah: 85)

Kepada Amerika, dan siapapun yang pernah terlibat dalam membesarkan pergerakan ISIS; kepada mereka yang kini beramai-ramai menghujat ISIS, namun sebelumnya sempat seiring sejalan dengan kelompok ini dalam menebarkan kebencian dan fitnah, silakan simak penalaran logis dan jernih dari ayat Alquran di atas.

Menghujat dan memerangi ISIS adalah sebuah kewajiban negara, etika, kemanusiaan, hukum, dan bahkan agama. Hanya saja, dengan sekedar menghujat ISIS, Anda tidak bisa berlepas tangan dari kejahatannya. ISIS hanya bisa menjadi besar dan mampu mendemonstrasikan brutalitasnya karena dalam proses perkembangannya, Anda turut membantu mereka. Apalagi, hingga kini, Anda masih belum melepas ideologi kebohongan, fitnah, dan kebencian itu. Dan untuk itu, Anda sama sekali tidak berhak mengklaim diri sebagai pahlawan pemadam kebakaran. (editorial/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL