Jamaah haji, sumber: stepfeed.com

LiputanIslam.com –Setiap musim haji tiba, Dunia akan melihat betapa besar dan agungnya agama Islam. Dunia melihat pemandangan jutaan orang yang melakukan wukuf di Padang Arafah, berpakaian serba putih yang sangat sederhana. Mereka melakukan gerakan yang sama, mengucapkan kata-kata yang sama. Mereka bergerak secara bergelombang, menyatakan penghambaan kepada Allah, serta menyatakan kebencian kepada setan-setan penggoda. Setiap yang berhaji pastilah melempar jumrah, simbol dari sikap benci terhadap segala macam keburukan.

Seperti yang disebutkan di dalam Al-Quran, setiap tempat yang terkait dengan ibadah haji adalah syiar agama (min sya’aa’irillah). Shafa, Marwah, Mina, Arafah, Muzdalifah, Masjidil Haram, dam tentu saja Madinah Al-Munawwarah (tempat makam suci Rasulullah SAW) adalah simbol-simbol kebesaran Islam. Selama pelaksanaan ibadah haji, Islam terlihat begitu agung dan solid. Dan sebenarnya, di dunia luar pun, dalam kenyataannya, agama Islam memang semakin menunjukkan keagungan dan soliditasnya.

Tak ada yang bisa menyangkal bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, terjadi gelombang kebangkitan ummat Islam di seluruh dunia. Gelombang ini menciptakan patahan sejarah ummat manusia. Barat yang tadinya seakan tak akan tergoyahkan, makin hari makin memudar.

Berbeda dengan kondisi beberapa dekade yang lalu, kini Rezim Zionis Israel bukan lagi momok digdaya yang tak terkalahkan. Lain dengan kondisi dua dasawarsa yang lalu, saat ini Amerika dan Barat bukan lagi pembuat keputusan mutlak di Timur Tengah. Tak seperti kondisi sepuluh tahun yang lalu, saat ini teknologi nuklir dan teknologi-teknologi canggih lainnya bukan lagi impian kosong yang mustahil dicapai oleh bangsa-bangsa Muslim di kawasan.

Palestina bukan tidak lagi dipandang sebagai pecundang, melainkan pahlawan yang sepak terjangnya dalam melawan Israel terus dinantikan. Bangsa Lebanon berhasil memenangi perang 33 hari dan seorang diri berhasil melumpuhkan kedigdayaan Rezim Zionis yang ternyata keropos. PM Israel mengakui bahwa situasi ini tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bagaimana mungkin Israel yang memiliki kelengkapan perisai udara sangat canggih, ternyata kini, dalam beberapa kesempatan, harus menggelar rapat kabinetnya di ruang bawah tanah?

Amerika pun makin dibenci, alih-alih dihormati. Di negara-negara Muslim yang pemerintahannya menjalin persekutuan dengan Amerika, rakyatnya malah menunjukkan kebencian yang amat sangat kepada Negeri Paman Sam itu. Sudah belasan tahun lamanya lembaga jajak pendapat Gallup mengadakan pooling untuk melihat sikap dari rakyat di negara-negara monarki Timur Tengah yang pemerintahnya menjalin hubungan dekat dengan Amerika (seperti Arab Saudi, Jordania, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, dll). Mereka ditanya mengenai persepsi  terhadap Amerika. Hasil dari jajak pendapat tersebut: tingkat kebencian rakyat kepada Amerika selalu di atas 70%. Pemerintahan boleh saja menjalin hubungan mesra dengan Amerika. Tapi, hal itu tidak bisa membendung makin meluasnya kebencian rakyat.

Tingkat kebencian yang lebih tinggi tentunya ditunjukkan oleh rakyat dari negara yang berseteru denga Amerika seperti Iran, Suriah, Libya, atau Yaman. Mereka yang merasakan langsung akibat dari arogansi AS, tentu saja menunjukkan tingkat kebencian yang lebih besar.

Di sisi lain, kita melihat bagaimana Islam makin populer dan diminati. Apapun yang dilakukan oleh Amerika dan Zionis dalam rangka meredam kebangkitan Islam ujung-ujungnya malah membuat Islam makin besar. Sempat mereka memunculkan, menginisiasi, dan mendanai kelompok-kelompok radikal dengan membawa bendera Islam, dalam rangka menciptakan perpecahan internal sekaligus menciptakan citra tentang Islam yang menakutkan. Tapi, kini, perlahan namun pasti, upaya-upaya tersebut makin menunjukkan kegagalannya. Publik dunia kini makin faham bahwa ISIS, Al-Qaeda, FSA, Jabhah Al-Nusra, dan yang sejenisnya adalah para jihadis palsu. Mereka juga makin sadar bahwa Amerika dan Zionis lah yang berada di balik konspirasi tersebut.

Islam semakin besar dan mulia. Itu adalah janji Allah yang pasti akan terlaksana. Ibadah haji adalah potret dari situasi yang sebenarnya. Ini adalah moment ketika kita semua membesarkan agama Allah, serta menghancurkan setan-setan.

Selamat hari raya Idul Adha 1439 H.  (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*