gazaPrahara Gaza seperti menyela ingar-bingar Piala Dunia 2014 Brasil yang sebentar lagi akan menapaki babak final. Keberingasan Zionis Israel atas warga Palestina berbarengan dengan hujan gol yang disarangkan Jerman atas Brasil; dan juga rentetan gol penalti saat Argentina menundukkan Belanda di babak semifinal.

Fenomena pamer keberingasan Zionis Israel atas warga Palestina berbarengan dengan pesta Piala Dunia ini juga pernah terjadi delapan tahun yang lalu, tepatnya pada perhelatan Piala Dunia 2006 Jerman. Saat itu, ketika Piala Dunia memasuki babak semifinal, Zionis Israel melancarkan operasi militer yang diberi nama “Hujan Musim Semi.” Dalam operasi ini, lima menteri dan 24 anggota parlemen, serta puluhan pejabat Palestina diculik. Sekolah dasar Al-Arqam dihancurleburkan. Desa-desa dibuldoser. Orang-orang, termasuk anak kecil, dibunuhi. Pesawat-pesawat menjatuhkan hujan bom.

Seorang blogger yang tinggal di Iran, pernah menceritakan bahwa pada Piala Dunia 2006 itu, reporter sepakbola terkenal Iran, Ferdowsipour, melaporkan jalannya pertandingan semifinal Perancis melawan Portugis lalu, dengan suara mellow. Ketika layar tivi menampilkan kemegahan stadion lalu menampakkan sorak-sorai para penonton, dia dengan spontan berkata, “Alangkah gembiranya mereka. Memang ini adalah pesta dunia. Sayangnya, di balik sorai-sorai dan kegembiraan ini, ada orang-orang yang sedang bertarung nyawa, bersimbah darah, dibantai oleh tentara-tentara Zionis. Semoga, kelak bangsa Palestina juga bisa merasakan kegembiraan di pesta Piala Dunia ini, dan kegembiraan itu hanya bisa terwujud dengan bebasnya Al Quds.”

Kemudian, di tengah-tengah pertandingan, ketika bola di-close up, Ferdowsipour berkata, “Di sini, mereka melemparkan bola; di Palestina, tentara Israel juga sedang melemparkan bola-bola pelurunya.”

Lalu, pada masa turun minum, televisi Iran menampilkan filler yang diiringi musik sendu. Awalnya, kamera menyorot close-up wajah anak-anak kecil berkulit putih yang ganteng-cantik dan makmur sedang duduk dan bersorak-sorai di kursi-kursi terdepan stadion bola. Lalu kamera menyorot close-up anak-anak Palestina yang bersimbah darah, menangis, atau mati. Begitu terus berganti-ganti.

Apa yang terjadi di Gaza pada tahun 2006 lalu, kini berulang. Pesta Piala Dunia dengan segala pernak-perniknya, segala jenis sukacita dan kegembiraan, torehan-torehan prestasi fenomenal yang dibuat skuat Timnas Jerman, gol indah dari James Rodriguez atau ‘gol-terbang’ ala Robin van Persia, penggunaan teknologi garis gawang dan kamera pesawat drone yang melayang-layang, atau pencapaian fenomenal Timnas Aljazair, harus berbaur dengan berita-berita duka Palestina. Pertanyaan: siapa yang akan menjadi juara, berapa skor yang tercipta, siapa pencetak gol terbanyak, dan siapa yang didapuk sebagai pemain terbaik; berbarengan dengan pertanyaan: berapa banyak nyawa bocah tak berdosa Palestina yang melayang hari ini?

Sejarah sebenarnya selalu berulang, dengan instrumen yang terkadang agak berbeda. Kebiadaban Zionis kali ini bukan yang pertama kalinya mereka pertontonkan. Lalu, apakah sikap kita sebagai kaum Muslimin juga akan tetap sama? Akankah kita hanya sekedar bisa mengutuk atau berdoa?

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL