newyearAlhamdulillah, kita, ummat Islam, sudah memasuki tahun baru 1436 Hijriah. Selamat tahun baru. Kullu aamin wa antum bikhayrin. Semoga kita bisa mendapatkan keberkahan dan kebaikan di tahun ini.

Waktu sebenarnya memang senantiasa bergulir. Setiap saat adalah waktu yang baru bagi manusia. Dan menurut Al-Quran surah Al-Ashr, perguliran waktu itu umumnya menjadi penanda bagi kerugian demi kerugian yang diderita manusia.

Mengapa manusia mengalami kerugian? Imam Fakhruz Razi dalam kitab tafsirnya, Al-Kabir, membuat perumpamaan yang sangat menarik. Menurutnya, setiap manusia sebenarnya adalah pedagang, dan komoditas perdagangannya adalah waktu yang memiliki sifat seperti es batu. Benda ini jika ditaruh di tenpat terbuka sangat cepat berubah menjadi komoditas yang tak punya nilai harga.

Es dibeli dan memiliki harga karena sifat dinginnya. Jika meleleh dan mencair, benda ini tak akan punya nilai. Karena itu, seorang pedagang es harus mampu menjual esnya secepat mungkin. Jika keburu meleleh, ia akan merugi. Tak akan ada yang mau membelinya.

Begitulah perumpamaannya. Waktu yang dimiliki manusia itu ibarat es batu. Ia akan cepat lenyap dan tak punya harga sama sekali. Kita sebagai manusia harus segera menukar modal waktu yang kita miliki itu dengan sesuatu yang berharga lainnya. Jika waktu dibiarkan bergulir tanpa kita tukarkan dengan sesuatu yang berharga, jelas kita akan merugi serugi-ruginya.

Kita memang akan terus menua. Bilangan waktu usia bertambah, dan jatah usia berkurang. “Setiap nafas yang terhembus adalah langkah menuju ajal,” demikian kata Imam Ali bin Abi Thalib. Lalu, sudah kita tukarkan dengan apa waktu-waktu yang sudah bergulir ini? Kita mengisinya dengan apa? Apakah ada ilmu yang bertambah? Adakah keimanan kita meningkat? Apakah ada kontribusi baru kita bagi agama dan masyarakat? Selaraskah semua amal baik kita dengan waktu yang telah kita habiskan? Atau jangan-jangan malah amal buruk yang kita torehkan di catatan amal perbuatan kita!

Kini kita sudah memasuki gerbang tahun 1436 Hijriah. Setahun terakhir ini, banyak hal yang terjadi pada ummat Islam. Untuk ummat Islam Indonesia, kita menyaksikan proses politik pergantian kepemimpinan nasional. Ummat Islam Indonesia sempat terbelah gara-gara itu. Ada banyak kebohongan, sumpah serapah, kedengkian, dan fitnah yang berseliweran. Tentu ini adalah cara yang sangat buruk dalam mengisi waktu.

Di pentas internasional, Dunia Islam terguncang oleh kehadiran kelompok radikal ISIS (belakangan menjadi IS). Kelompok yang kemunculannya terbukti merupakan hasil rekayasa kekuatan Barat itu cukup mencoreng muka agama ini. Banyak pemuda lugu yang terpedaya hingga ikut bergabung dengan kelompok ini. Kejahatan yang ditorehkan kelompok ini sangat mengerikan. Sekali lagi, ini juga jelas bukan cara yang benar dalam memanfaatkan modal waktu.

Itulah serpihan-serpihan awan kelabu ummat Islam di tahun yang lalu. Kita harus segera menebus kekeliruan yang pernah terjadi, hingga di tahun ini, kita akan lebih banyak menyaksikan torehan catatan prestasi dan amal kebaikan. Dengan cara seperti inilah waktu-waktu kita di tahun 1436 Hijriah ini tidak menjadi penanda kerugian bagi kita. Insya Allah.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL