LiputanIslam.com – Pidato Presiden Jokowi pada ajang Plenary Session IMF-World Bank 2018 yang berlangsung di Bali, menjadi perbincangan karena memberikan analogi relasi antarnegara ‘besar’ bagaikan dalam serial ‘Game of Thrones’. Di salah satu bagian pidatonya, Jokowi menyampaikan apa yang ia sebut sebagai pesan moral dari film tersebut, yaitu bahwa dunia dengan desain rivalitas dan kompetisi hanya akan membawa kehancuran bersama. Jokowi lalu mengajukan pertanyaan retoris, “Apakah sekarang merupakan saat yang tepat untuk kompetisi, ataukah justru menjadi waktu yang tepat untuk kolaborasi?”

Relasi dunia saat ini memang dipenuhi dengan nuansa rivalitas dan kompetisi, alih-alih kolaborasi dan pertemanan. Hal ini tak lepas dari falsafah Barat dan Amerika yang memandang manusia sebagai wujud yang saling bersaing, saling menyikut, dan saling meniadakan. Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Meskipun Thomas Hobbes, ideolog Barat, memunculkan prinsip homo homini socius (manusia adalah teman bagi sesamanya), tapi ia juga membenarkan prinsip tentang manusia yang punya kecenderungan kuat untuk menjadi pemangsa sesama.

Faktanya, bandul perilaku masyarakat Barat lebih condong ke arah prinsip rivalitas. Kita, bangsa Indonesia, tentu menentangnya. Bangsa yang memiliki falsafah hidup bergotong royong ini tentu saja akan menolak cara pandang hidup yang mengharuskan kita saling menihilkan sesama. Sejak lama kita sangat memuja harmoni, serta mengecam sikap-sikap egoistis dan individualistis.

Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa inipun menekankan betapa manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial yang suka bekerja sama. At-ta’awun (saling menolong) disebut di dalam Al-Quran sebagai watak dasar penciptaan manusia. Hanya saja, sebagaimana yang bisa dilihat pada teks Al-Quran surah Al-Maidah ayat 2, kerjasama yang dilakukan oleh manusia itu ada dua jenis: ‘alal birri wat-taqwa (atas dasar kebaikan dan ketakwaan), atau ‘alal itsmi wal-‘udwan (atas dasar dosa dan permusuhan).

Jadi, menurut perspektif Qurani, sebenarnya tak ada satupun entitas (baik individu, masyarakat, ataupun bangsa) yang tidak berkolaborasi. Semuanya pastilah butuh punya mitra. Barat dan Amerika pun, yang sering disebut-sebut punya sikap individualistis, pasti butuh bekerja sama. Hanya saja, kolaborasi yang mereka bangun itu didasarkan kepada motivasi yang buruk, yang kalau menurut bahasa Al-Quran adalah motivasi untuk menciptakan dosa dan permusuhan, bukan atas dasar membangun kebaikan dan takwa.

AS jelas negara yang banyak melakukan kolaborasi. AS selama ini menjadi inisiator bagi pendirian sejumlah lembaga dunia, termasuk IMF dan Word Bank sendiri. AS juga menjadi ‘tuan rumah’ bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bermarkas di New York. Melalui PBB ini, AS dan Inggris berhasil menggalang dukungan internasional untuk pembentukan rezim paling rasis dan paling kejam saat ini: Zionis Israel. Lalu, AS mendirikan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bahkan, AS bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Pakistan berkolaborasi dalam membentuk kelompok teroris Al-Qaeda.

Lihatlah, betapa sangat mengerikan akibat dari kolaborasi yang dibangun oleh AS. Dunia diseret kepada ketidakadilan dan permusuhan. Israel berdiri dengan dukungan koorporasi Zionis yang menghisap ekonomi negara-negara dunia, di mana korban terbanyaknya adalah kaum Muslimin. Ketika muncul perlawanan dari kaum Muslimin, mereka menciptakan monster teroris bernama Al-Qaeda, lalu ISIS dan Al-Nusra. Maka, timbullah perpecahan di kalangan kaum Muslimin. Di antara sesama Muslim muncul sikap saling mengkafirkan, saling bermusuhan, dan saling menggorok. Nasib Palestina pun terlupakan.

Dampak buruk lainnya, muncul stigma negatif terhadap agama Islam, dan lahirlah Islamophobia, kebencian alias permusuhan kepada apapun yang berbau perjuangan ummat Islam. Agama pembawa rahmat namun juga memiliki harkat martabat ini terstigmakan sebagai agama kekerasan dan intoleran.

Di sini kita melihat bahwa devil yang dimaksud oleh film ‘Game of Thrones’ adalah AS sendiri. The True Big Devil. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*