usman harunEditorial, LiputanIslam.com–17 September 1978 Perjanjian Camp David ditandatangani oleh rezim Israel dan Mesir. Lima bulan berikutnya, Maret 1979, kedua pihak menandatangani perjanjian damai. Dunia Islam mengutuk. Pemimpin PLO saat itu, Yaser Arafat, secara terbuka menyebut Presiden Mesir Anwar Sadat sebagai pengkhianat. Gelombang kekecewaan juga bergelora di dalam negeri Mesir. Puncaknya, pada 6 Oktober 1982, Anwar Sadat dibunuh oleh salah seorang tentara Mesir yang bernama Khalid Islambouli. Khalid sendiri akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pemerintahan Husni Mubarak yang naik menggantikan Sadat.

Bagaimana kita menempatkan posisi Khalid Islambouli dalam sejarah perjalanan dunia? Rezim Mubarak menyebutnya teroris. Tapi, bagi kebanyakan negeri Muslim, Khalid adalah seorang pahlawan dan martir. Iran bahkan menjadikan nama Khalid Islambouli sebagai nama salah satu jalan resmi di Teheran. Ini adalah simbol atas sikap Iran yang sangat berang dengan perdamaian Mesir-Israel yang melumpuhkan persatuan di antara para lawan Israel. Khalid adalah pahlawan, bahkan bagi negara lain. Sementara itu, di negerinya sendiri, Khalid disebut penjahat teroris.

Pahlawan dan penjahat seringkali menjadi menjadi dua sisi yang disematkan kepada satu orang. Penyebutan itu sangat bergantung kepada orientasi dan ideologi kita. Dalam kasus Khalid, pendukung Israel menyebutnya teroris, sedangkan bagi penghujat Israel, Khalid adalah hero yang tak terbantahkan.

Kini, kita sedang hangat membincangkan Usman dan Harun. Makam keduanya yang berada di Taman Makam Pahlawan Kalibata menunjukkan bahwa bagi bangsa Indonesia, dia adalah martir. Ia gugur saat menjalankan tugas negara. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya itu, pemerintah Indonesia juga memberi nama kapal perangnya dengan nama keduanya: Usman Harun.

Tapi, keputusan Jakarta ini memicu protes keras Singapura. Kematian Usman dan Harus memang terkait erat dengan negeri jiran yang kaya raya itu. Keduanya dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan telah meledakan salah satu gedung di wilayah Singapura dan mengakibatkan kematian sejumlah orang.

Saat itu, Indonesia di bawah kepemimpinan Bung Karno sedang menggelorakan perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai Neo kolonialisme-imperialisme (Nekolim). Indonesia meyakini bahwa Singapura yang berada di bawah teritori Malaysia adalah bagian dari Nekolim. Untuk itu, Indonesia menyatakan perang kepada Singapura. Salah satu konsekwensi perang itu adalah pengiriman sejumlah prajurit terbaik ke Singapura dengan misi-misi tertentu. Lalu, dua di antara para prajurit itu yang bernama Usman dan Harun tertangkap, lalu dihukum mati.

Zaman boleh berlalu. Tapi prinsip dan cita-cita tidak berubah. Pemerintah Indonesia tetap menganggap keduanya sebagai pahlawan. Penamaan kapal perang dengan nama “Usman Harun” adalah simbol kesetiaan bangsa Indonesia terhadap salah satu cita-cita penting kemerdekaan, yaitu bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa; dan bahwa segala macam dan bentuk penjajahan harus dilawan dan dihapuskan. Slogan kita saat ini adalah “Kepahlawanan Usman dan Harun adalah harga mati!”

Tapi, keteguhan ini nampaknya sedang diuji, karena “lawan” kita untuk konteks Usman-Harun adalah Singapura. Negara ini memang kecil, baik dari sisi wilayah teritori maupun jumlah penduduknya. Tapi kekuatannya tidak bisa dianggap remeh. Jumlah pesawat tempurnya diyakini jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia. Kekuatan ekonominya tak usah ditanya lagi. Singapura sedemikian berkuasanya atas Indonesia. Wamen ESDM Indonesia, Susilo, sampai mengatakan bahwa jika negara itu menyetop suplai minyaknya ke Indonesia, dalam tiga hari, Indonesia akan kolaps.

Apakah kita harus gentar? Kalau saja Usman dan Harun masih hidup, dan pertanyaan ini diajukan kepada keduanya, yakinlah bahwa jawabannya adalah: tidak! Jawaban yang sama akan diberikan oleh Khalid Islambouli, dan para pejuang lainnya yang telah mengalami penderitaan hingga kematian akibat konsisten mempertahankan sebuah keyakinan yang kudus. (editorial/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL