LiputanIslam.com – Di mana-mana, yang namanya hipokritas itu sangat memuakkan. Apalagi jika hipokritas itu disertai dengan fitnah sehingga menimpakan tragedi dalam skala luas. Kemuakan akan berubah menjadi kutukan.

Amerika Serikat, negeri yang dideklarasikan oleh kaum imigran Eropa pada tahun 1776, dalam beberapa dekade terakhir ini, berubah menjadi simbol hipokritas paling memuakkan di dunia. Bayangkan, Negeri Paman Sam itu adalah satu-satunya negara yang telah terbukti menggunakan bom atom berteknologi nuklir untuk meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki, serta membunuh ratusan ribu warga sipil kedua kota itu. Tapi, siapakah yang saat ini paling gencar berteriak ke sana ke mari melontarkan tuduhan bahaya senjata nuklir? Amerika. Sungguh sangat ironis. Penjahat menjadi polisi; pelanggar hukum menjadi petugas hukum.

Petualangan kotor Amerika terus berlanjut hingga zaman kita sekarang. Jejak-jejak kotor penuh kemunafikan itu mulai terekam secara digital, dan tak bisa ditutupi lagi, ketika era informasi makin menjadi pola hidup manusia. Tuduhan adanya bayi-bayi tak berdosa yang dilemparkan tentara Irak di RS Kuwait  sempat dipercaya publik Amerika. Akibatnya, pada tahun 1991, tentara AS mengebom Irak. 135.000 warga Irak meninggal seketika, dan hampir satu juta warga Irak lainnya mati perlahan akibat kelaparan, kerusakan infrastruktur, dan sanksi ekonomi. Belakangan, terbukti bahwa isu bayi di inkubator tersebut adalah kebohongan besar. Nayirah, yang mengaku suster di RS tersebut, ternyata adalah anak dari Dubes Kuwait di AS.

Dua belas tahun berikutnya, di tahun 2003, AS kembali menebar tuduhan ganda terhadap rezim Saddam Hussein. Yang pertama adalah isu tentang kepemilikan pabrik senjata kimia dan bilologis, serta yang kedua adalah soal keterkaitan Saddam dengan organisasi teroris Al-Qaeda. Dengan dalih inilah Saddam ditumbangkan, dan Irak makin porak-poranda. Jutaan rakyat Irak mati, atau menjadi pengungsi. Setelah delapan tahun berlalu, para pejabat Amerika mengakui bahwa pabrik senjata yang dituduhkan itu ternyata tak ada; dan Saddam juga tak punya kaitan apapun dengan Al-Qaeda.

Bayangkan, dengan dalih membela nyawa segelintir manusia, AS menghilangkan jutaan nyawa manusia lainnya. Itupun belakangan terbukti bahwa isu itu tak benar-benar ada. Juga, dengan alasan melindungi dunia dari aksi teror, AS menciptakan teror paling mengerikan sepanjang masa.

Dan tentu saja, hipokritas paling nyata dari AS adalah soal dukungannya yang tanpa syarat kepada rezim Zionis Israel. Silakan Anda buatkan list model dan jenis kejahatan kemanusiaan; yang selama ini, konon Amerika adalah polisi dunia yang bertugas memberantas kejahatan-kejahatan itu. Anda akan mendapati jenis-jenis kejahatan seperti pembunuhan wanita dan anak-anak, penahanan tanpa pengadilan, penggunaan senjata pembunuh massal, pengusiran secara tidak sah, penyiksaan dengan cara paling biadab, dan lain-lain. Siapakah negara terdepan yang mempraktekkan semua jenis kejahatan itu? Israel. Tapi, negara manakah yang menjadi pembela utama Israel? Amerika.

Kini, model hipokritas dan kejahatan serupa tengah dipertontonkan AS di Suriah. Hanya berdasarkan klaim dan tuduhan sepihak soal penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad, AS telah melontarkan 59 rudal Tomahawk ke Suriah. Tuduhan yang lagi-lagi masih sangat prematur itu menjadi dalih bagi sebuah aksi mematikan.

Sejumlah negara sekutu AS (Inggris, Kanada, Australia, Turki, Arab Saudi, Qatar, Jordania, Mesir) tentu saja mendukung aksi tersebut. Para penguasa di negara-negara tersebut memang sangat bergantung kepada dukungan AS, sejahat apapun kelakuan Negeri Paman Sam itu. Kebergantungan ini pula yang bisa menjelaskan, kenapa kelompok-kelompok teroris berbaju Islam semisal ISIS, Al-Qaeda, dan FSA, juga bergandengan tangan dengan Amerika dan mendukung penuh aksi kejahatannya.

Tapi, tidak dengan warga Dunia. Mereka yang masih punya akal dan hati akan makin sering meyuarakan, “Sudahlah, Amerika. Kami muak dengan semua itu.” (editorial/liputanIslam/ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL