Ahok sedang memberikan sambutan kepada peserta pegelaran kesenian betawi di Gedung Kesenian Jakarta, Jalan Gedung Kesenian 1 Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

LiputanIslam.com –Salah satu tantangan terbesar agama Islam saat ini adalah fenomena Islamophobia.  Ini adalah sikap anti dan sentimen negatif terhadap segala hal yang berbau Islam. Agama ini dipandang kolot, anti modernitas, keras, kaku, dan barbar.

Tentu saja kita sama-sama mafhum bahwa Islamophobia sama sekali tak punya dasar ilmiah atau etika apapun. Sentimen negatifg terhadap Islam dipastikan berasal dari kesalahan informasi terkait hakikat ajaran agama Islam yang sebenarnya.  Munculnya kesalahan informasi itu sendiri awalnya adalah rekayasa politis yang dibuat oleh musuh agama ini. Sejarah mencatat, bagaimana kaum imperialis merakayasa lahirnya kelompok-kelompok garis keras dan intoleran semacam Wahabi, untuk kemudian mereka benturkan dengan kelompok Islam lain (saat itu yang disasar adalah kekuatan Turki Ottoman), sekaligus memberikan citra yang buruk terkait agama Islam.

Bagaimana tidak buruk? Wahabi adalah sekte yang sangat barbar. Dengan slogan pemurnian agama dan kebangkitan kejayaan Islam, mereka memenggal leher ribuan kaum Muslimin dan memorak-porandakan peninggalan peradaban Islam.  Berbagai fitnah dan tuduhan mereka lontarkan sebagai pembenaran atas setiap langkah bengis mereka. Di zaman sekarang, kita mengenal kelompok-kelompok semacam Al-Qaeda, ISIS, Al-Nusra, dan kelompok-kelompok teroris lainnya yang saat ini sedang berpetualang di Suriah. Kelompok-kelompok sudah terbukti terhubung secara kuat dengan sumber-sumber pendanaan Barat (Amerika, Inggris, Soros, Rockefeller, dll).

Jutaan dolar digelontorkan oleh para pendana untuk membiayai kelompok-kelompok tersebut karena terbukti bahwa dana yang dikeluarkan tidaklah sia-sia. Ada banyak sekali manfaat yang didapat Barat. Tiga manfaat utama: pertama, mengalihkan isu perjuangan (Palestina praktis menjadi terlupakan); kedua, menciptakan perpecahan internal di kalangan ummat Islam, serta yang ketiga, menguatkan Islamophobia di dunia.

Sayangnya, banyak di antara ummat Islam yang tidak menyadari masalah ini. Mereka terlena dengan slogan-slogan kebangkitan Islam, pembelaan agama, atau pembelaan ulama, tanpa mewaspadai kemungkinan adanya rekayasa di balik semua gerakan yang mereka ikuti itu.

Islam memang agama mulia yang harus dibela oleh ummatnya. Kemuliaan Rasulullah dan para pewarisnya (yaitu para ulama) juga harus dibela dengan, keringat, air mata, dan darah. Akan tetapi, kita harus waspada. Jangan sampai niat baik ini kemudian menjadi keliru gara-gara ada kesalahan dalam mengidentifikasi masalah atau terjebak ke dalam kekeliruan informasi dan fitnah.  Juga yang tak kalah penting, niat baik ini jangan dijalani dengan menggunakan cara-cara yang keliru seperti mengumbar berita bohong, memfitnah, menghina, menteror, merendahkan, apalagi dengan cara membunuh orang yang tak berdosa.

Gerakan pembelaan terhadap Ahok saat ini sudah menunjukkan gejala menguatnya Islamophobia. Perhatikan, bagaimana pembelaan terhadap Ahok (aksi pembakaran lilin) makin mendunia, dan pada setiap aksi itu, muncul stigma negatif tentang Islam. Bisa jadi, justru inilah perangkap dan rekayasa dari musuh Islam. Dan bisa jadi, Anda yang merasa sedang ‘berjihad’ justru sebenarnya Anda sedang membuat agama ini makin terpuruk.  (editorial/liputanIslam/ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL