islamophobiaWashington, LiputanIslam.com—Fenomena kebencian kepada Islam (Islamophobia) adalah hasil dari industri Zionis yang telah menghabiskan 200 juta dollar selama tahun 2008 dan 2013. Demikian dilaporkan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dan Pusat Ras dan Gender di Universitas California, Berkeley.

Uang tersebut dihabiskan untuk mendanai lembaga-lembaga menyebarkan ketakutan dan kebencian terhadap Muslim di AS. Seperti diberitakan Al Jazeera, ada sekitar 74 organisasi anti Islam, termasuk di dalamnya kelompok feminis, Kristen, Zionis, dan channel berita terkemuka.

Anggota Aliansi Muslim-Yahudi-Kristen, Kevin Barret, menyatakan Al Jazeera tidak terlalu mengekspos Zionis sebagai kelompok yang sebenarnya paling bersalah dalam peristiwa ini.

 

“Al Jazeera berpura-pura menjadi media Arab, website Timur Tengah dengan perspektif berbeda dari media Barat. Laporan yang dibuat Al Jazeera tidak ada bedanya dengan CNN, the Guardian, atau BBC,” ujar ahli politik internasional ini.

“Itu adalah pemutarbalikan fakta yang sangat menonjol,” lanjutnya. “Kelompok feminis seharusnya diletakkan di  akhir dari daftar tersebut, sedangkan kelompok Zionis diletakkan paling atas. Serangan propaganda terhadap Islam dan 200 juta dollar yang telah mereka habiskan untuk menyebarkan Islamophobia adalah unjuk perang mereka atas Islam.”

“Sekarang kita punya dua milyar Muslim di dunia dan sekitar 10 juta Yahudi Zionis yang mendeklarasikan perang terhadap Muslim. Untuk melakukan itu, mereka telah memanfaatkan kekuatan institusi-institusi besar,” lanjut Barret.

Dr. Barret juga menegaskan bahwa ada pihak tertentu yang mendapat keuntungan dari Islamophobia, termasuk di antaranya adalah industri militer dan bank. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL