Menteri Luar Negeri Iran, M. Javad Zarif. Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Menlu Iran, M. Javad Zarif, mengecam Jerman, Prancis, dan Inggris—tiga dari enam penandatangan kesepakatan nuklir JCPOA—karena telah ikut menyuarakan klaim yang dibuat oleh Amerika Serikat terkait Iran.

Pada Minggu (29/9) malam kemarin, saat berkunjung ke Jerman usai menghadiri Majelis Umum PBB di New York, Zarif mengaku dirinya telah berbicara dengan seorang presiden anggota tetap DK PBB. Presiden yang enggan disebutkan namanya oleh Zarif ini menyebut dirinya tak bisa melakukan apapun tanpa izin dari Presiden As, Donald Trump.

Menanggapi sikap presiden tersebut, Zarif menegaskan bahwa perilaku orang-orang Eropa yang semakin dekat dengan AS dan bahkan menjadi sekutunya disebabkan karena mereka telah gagal menahan keinginan AS, buka karena mereka beranggapan Iran sebagai negara lemah.

Baca: Media Saudi Klaim ‘Bodyguard’ Raja Salman Tertembak Akibat Perselisihan

Ketegangan antara Iran-AS semakin mencuat sejak Trump menarik AS keluar dari kesepakatan JCPOA atau kesepakatan nuklir Iran. Ketegangan semakin menjadi-jadi usai AS menjatuhkan gelombang sanksi ekonomi terhadap Iran. Melalui sanksi-sanksi itu, AS berencana menghentikan aktivitas ekonomi Iran, khususnya ekspor minyak. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*