Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan keputusan AS untuk mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah “ sangat berbahaya” dan mengancam perdamaian serta stabilitas keamanan internasional.

Hal ini disampaikan oleh Zarif pada Sabtu (25/5), sehari setelah Pentagon mengumumkan 1.500 tentara akan dikerahkan ke Timur Tengah. Mereka mengklaim keputusan itu untuk melindungi pasukan Iran dari ancaman serangan militer Iran.

Zarif menolak klaim AS dan menuduh Trump telah mengarang alasan untuk membenarkan kehadiran militer AS di Timur Tengah.

“Amerika membuat klaim itu hanya untuk membenarkan kebijakannya yang berbau permusuhan,” ucap Zarif, seperti dikutip oleh Presstv.

Baca: ‘Iran Akan Kalahkan Musuh dengan Persatuan dan Perlawanan’

Ketegangan antara Tehran dan Washington tampak semakin tajam pasca AS memperketat sanksi minyaknya terhadap Iran. AS beripaya menurunkan penjualan minyak Iran hingga mencapai “nol”. Sanksi AS tersebut tak membuat Iran menyerah begitu saja. Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, selat penting yang selama ini menjadi lalu lintas tanker minyak dari wilayah Timur Tengah ke seluruh penjuru dunia.

Ketegangan semakin meningkat pasca AS mengirim kapal induk dan pesawat B-52 ke wilayah itu sebagai respon atas laporan intelijen AS yang menyarankan agar AS segera melakukan serangan. Sekitar 1.500 tentara AS rencananya akan diturunkan ke wilayah Timur Tengah. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*