Sumber: islamindonesia.id

Palu, LiputanIslam.com– Cendekiawan muda Indonesia yang juga mantan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif mengatakan bahwa Islam dan kebangsaan itu merupakan satu kesatuan dan saling beriringan. Menurutnya, keislaman dan kebangsaan adalah dua hal yang ditarik dalam satu nafas.

Demikian hal itu disampaikan Yudi pada acara Seminar Nasional Pendidikan yang bertema “Peluang dan Tantangan Pendidikan Berwawasan Moderasi Islam di Era Milenial” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu (12/10).

Yudi menjelaskan, dalam konteks Indonesia yang beragam ini, sulit dibayangkan dapat bersatu bila tanpa ada peran agama. Bahkan diperlukan miltansi agama. Hanya saja militansinya ke arah positif. “Tidak ada kemajuan negara, tanpa ada militansi agama,” katanya.

Namun begitu, Yudi mengingatkan bahwa militansi disini bukan militansi untuk saling menghabisi antar satu dengan yang lain. Militansi yang dimaksud ialah militansi agama ke hal-hal yang produktif dan positif. Salah satu caranya adalah dengan memiliki sudut pandang yang luas terhadap agama.

Baca: KH Ma’ruf Amin: Radikal dan Terorisme Harus Dilawan

“Kalau kita ingin moderat, maka harus memiliki cara pandang yang luas. Dengan itu kita mampu menempatkan diri kita. Hal itu karena, manusia yang radikal dikarenakan pemahaman dan berpikiran sempit,” ujarnya. (aw/indonesiainside/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*