Polisi Israel menargetkan senjata ke demonstran Palestina

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Raksasa media YouTube baru-baru ini memblokir sebuah video program Empire Files milik jurnalis Abby Martin yang menarasikan sistem fasisme Israel.

Video ini diblokir di 28 negara dengan tuduhan isinya menyeleweng “hukum lokal”.

Video berjudul “Warga Yahudi-Amerika tentang Fasisme Israel: Tidak ada Harapan dari Dalam” ini menjelaskan perilaku militaristik Israel yang meningkat atas warga Palestina, yang berisi wawancara dengan jurnalis Max Blumenthal.

Dari ke-28 negara di mana video ini diblokir, kebanyakan merupakan negara-negara Eropa, dan juga termasuk Israel.

Dalam wawancara lain oleh media RT, Blumenthal menegaskan bahwa tidak ada pernyataan yang ia sampaikan di video Empire Files itu yang “ilegal, bahkan di negara-negara dengan hukum kejahatan kebencian paling ketat.”

Menurutnya, keputusan untuk memblokir video itu sangat politis dan kemungkinan “dibuat di bawah tekanan kalangan pro-Israel yang berkuasa.”

Penyensoran YouTube atas tekanan kelompok-kelompok pro-Israel tidaklah baru. Perusahaan ini pada tahun 2016 pernah menghapus Palestina dari Google Maps, dan menamai kota-kota di Palestina di bawah kepemilikan Israel.

Kemudian, YouTube juga menggunakan kelompok seperti Anti-Defamation League (ADL) untuk mengidentifikasi dan menyensor “konten kontroversial” di media mereka. ADL secara konsisten melabeli kelompok pro-Palestina dan yang kritis terhadap pemerintah Israel sebagai “ekstremis,”, namun mengabaikan kelompok sayap kanan Israel yang terang-terangan menyuarakan pembunuhan dan genosida terhadap rakyat Palestina.

Sebagai tambahan, YouTube menggunakan sebuah fitur di mana pencarian dengan kata “Israel” tidak akan menampilkan video tertentu. Atau dalam kata lain sejumlah video anti-Israel diblokir dari hasil pencarian Youtube.

Video Blumenthal juga pernah terkena sensor YouTube. Pada tahun 2010, videonya yang menjelaskan kemerataan “ekstrimisme rasis” di  Israel dihapus tanpa penjelasan. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*