Aqsa_ZionistAmman, LiputanIslam.com — Partai oposisi utama Yordania mendesak pemerintah untuk membatalkan perjanjian damai tahun 1994 dengan Israel di tengah perdebatan parlemen Israel Knesset atas sebuah rencana untuk mencaplok Masjid al Aqsa .

“Kami mendesak pemerintah untuk memenuhi tuntutan orang-orang yang telah berulang kali menyerukan pembekuan dan akhirnya membatalkan perjanjian damai,” demikian pernyataan Front Aksi Islam (IAF) dalam situs resminya pada hari Selasa (25/2).

Pernyataan IAF datang setelah aparat keamanan Israel menggerebek kompleks Masjid al Aqsa di Timur al Quds (Yerusalem) pada hari yang sama. Saksi mata mengatakan pasukan Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut pada jamaah Muslim, sementara pengunjuk rasa lasnya dengan lemparan batu.

Beberapa jamaah terluka akibat serangan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir pasukan Israel dan pemukim telah meningkatkan serangan mereka pada masjid Al Aqsa. Hal ini telah menyebabkan timbulnya konfrontasi kekerasan antara kedua belah pihak.

Awal bulan ini, bentrokan meletus antara jamaah Palestina dan tentara Israel di masjid Al Aqsa, ketika pasukan Israel menyerbu jemaah yang tengah menunaikan ibadah shalat Jumat. Setidaknya 20 orang, termasuk anak-anak, terluka dalam kekerasan itu.

Otorita Palestina dan gerakan perlawanan Hamas telah memperingatkan terhadap rencana Israel untuk memaksakan “kedaulatan” atas Masjid Al Aqsa.

Pada tahun 2000, kunjungan provokatif ke Al Aqsa oleh mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon memicu gerakan Intifada II di mana ribuan warga Palestina tewas dan terluka.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL