becak kpkYogyakarta, LiputanIslam.com — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah meluncurkan becak model antikorupsi, Rabu (23/4). Diharapkan, alat transportasi ramah lingkungan ini dijadikan sarana mencegah terjadinya korupsi di Indonesia.

Launching dilakukan di halaman Asri Medical Center (AMC) di Jl HOS Cokroaminoto yang dihadiri sejumlah pengurus PP Muhammadiyah, Direktur MPM Said Tuhuleley dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedi A. Rahim.

Sebanyak 20-an becak yang tergabung dalam Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan) atau yang biasa mangkal di depan kantor Balai Kota lama Jl KH Ahmad Dahlan hadir dalam acara itu. Mereka selama ini juga didampingi oleh MPM PP Muhammadiyah.

Mengapa disebut becak antikorupsi? Becak lawasa tersebut dicat ulang dengan motif batik. Di bodinya ditulisi ‘korupsi sengsarakan rakyat, bebas polusi dan korupsi’. Selain itu, tukang becak diminta ikut mencegah korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Dedi A. Rahim dalam sambutannya menyambut positif adanya upaya dari masyarakat seperti yang dilakukan MPM Muhammadiyah untuk ikut memberantas korupsi. Pihaknya mendukung penuh pemberantasan korupsi yang melibatkan lembaga pemberdayaan masyarakat.

“Ini berarti KPK tidak sendiri. Ada masyarakat yang mendukung. Sebab bila dilakukan sendiri oleh KPK jumlah laporan pengaduan yang mencapai ribuan itu tidak mungkin selesai,” katanya.

Sementara itu, Said Tutuleley menambahkan anggota perkumpulan becak ini menjadi sarana untuk sosialisasi agar masyarakat ikut memberantas korupsi.

“Becak ini merupakan sarana untuk mencegah korupsi di negeri ini,” kata Said.

Di akhir acara Dedi bersama sejumlah pengurus PP Muhammadiyah seperti H. Dasron Hamid kemudian menaiki becak untuk berkeliling sekitar kompleks AMC.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL