no coupBangkok, LiputanIslam.com — Mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra akhirnya dibebaskan dari penahanan. Demikian keterangan sumber-sumber militer Thailand yang menahan Yingluck bersama sekitar 150 tokoh politik lainnya paska kudeta militer minggu lalu.

Sumber-sumber terdekat dengan keluarga Shinawatra membenarkan kabar kebebasan Yingluck tersebut. Namun belum ada keterangan resmi baik dari militer maupun keluarga Yingluck.

Militer Thailand mengambil alih kekuasaan melalui kudeta tak berdarah hari Kamis (22/5) setelah krisis politik tidak bersesudahan selama 6 bulan terakhir, menelan belasan korban jiwa. Militer kemudian menahan Yingluck dan lebih dari 150 tokoh politik dari kelompok-kelompok yang bersaing.

Menurut keterangan sumber militer kepada CNN, Yingluck dibebaskan setelah berjanji “akan membantu militer menciptakan perdamaian dan ketertiban serta tidak melibatkan diri dalam aksi-aksi demo dan kegiatana politik apapun”.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Yingluck juga mendapatkan kebebasan untuk berpindah tempat dan berkomunikasi. Namun hal ini dibantah oleh orang dekat Yingluck.

“Saya tidak merasa ia telah bebas untuk bergerak dan berkomunikasi,” kata sumber dekat Yingluck yang tidak bersedia disebut namanya.

Jubir militer pada hari Sabtu (24/5) mengumumkan seluruh tokoh politik yang ditahan mencapai sekitar 150 orang dari semua kelompok politik. Di antara mereka yang ditahan itu adalah tokoh anti-Yingluck Sondhi Limthongkul yang pernah mengalami luka tembak dalam kerusuhan tahun 2009.

Kecuali kabar pembebasan Yingluck, belum ada informasi tentang para tahanan politik lainnya.

“Kami ingin memberi mereka waktu untuk istirahat dan memikirkan masalah (di Thailand),” kata jubir militer dalam pernyataannya hari Sabtu.

“Kami ingin menyesuaikan persepti mereka dan membuat mereka berfikir demi negara, tentang rakyat Thailand keseluruhan dan bukan hanya untuk kelompok tertentu,” tambahnya.

Aksi Demontrasi anti-Militer

Meski kondisi Bangkok relatif tenang setelah terjadinya kudeta, di beberapa bagian kota terjadi aksi demonstrasi memprotes kudeta.

Hari ini (26/5) diperkirakan aksi demontrasi menentang kudeta akan digelar lebih ramai di Bangkok.

Junta militer telah menutup media-media massa cetak maupun televisi kecuali milik militer. Namun pada hari Sabtu beberapa televisi diijinkan kembali mengudara, termasuk MCOT, TPBS dan NBT.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL