Juru bicara Ansharullah Yaman, Mohammad Abdulsalam. Sumber: Al-Manar

Sana’a,LiputanIslam.com—Ketua Delegasi Nasional Yaman, Mohammad Abdulsalam, mengatakan bahwa respon koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap usulan perjanjian damai Yaman masih belum jelas.

Dalam sebuah pertemuan dengan dubes Inggris untuk Yaman, Michael Aron, pada Minggu (6/10) lalu, Abdul Salam menyebut usulan perdamaian dari Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, didasarkan atas niat baik dan keinginan untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di seluruh Yaman.

“Sampai saat ini, respon terhadap usulan perdamaian masih belum jelas,” Ucap Abdul Salam kepada Aron.

Diplomat Yaman itu juga mengingatkan, semua keputusan koalisi pimpinan Arab Saudi harus didasarkan atas komitmen dan diaplikasikan dalam bentuk tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Baca: Militer Yaman Akui Siap Lakoni Pertempuran Jangka Panjang dengan Saudi

Merespon hal itu, Michael Aron menyebut usulan perdamaian ini sebagai kesempatan yang nyata bagi Yaman untuk mewujudkan perdamaian. Ia meminta agar negosiasi segera dilakukan untuk mengatasi krisis politik dan menciptakan stabilitas dan perdamaian di Yaman.

Pada Senin kemarin, portal berita Uni Emirat Arab (WAM) melaporkan pertemuan antara deputi Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, di Abu Dhabi untuk membahas koordinasi dan aksi bersama di sektor militer dan pertahanan. (fd/Al-Manar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*