Aden,LiputanIslam.com—Menteri Perencanaan dan Kerjasama Internasional Yaman, Najib Al-Awaj, mengatakan pada Minggu (24/3) bahwa ekonomi Yaman telah mengalami kerugian sekitar 50 miliar dolar akibat perang yang telah berlangsung selama empat tahun.
Hal ini disampaikan saat Al-Awaj tengah menyampaikan pidatonya di Aden, ibu kota sementara Yaman, untuk membahas rancangan rencana prioritas untuk pemulihan ekonomi 2019-2020.

Pidato tersebut juga disaksikan oleh Ketua Delegasi Uni Eropa untuk Yaman, Antonia Calvo, perwakilan pusat bantuan kemanusiaan King Salman, organisasi Bulan Sabit Merah Uni emirat, dan para pendonor lainnya.

Al-Awaj menambahkan bahwa ratusan ribu karyawan sektor swasta kehilangan pekerjaan sebagai akibat dari penurunan produksi.

“Penurunan produksi menyebabkan warga kehilangan sekitar dua pertiga dari pendapatan mereka karena tingginya inflasi, devaluasi mata uang nasional, dan peningkatan tingkat kemiskinan hingga sekitar 78 persen dari total populasi.” Ucapnya.

Pejabat itu menjelaskan bahwa ada penurunan drastis pada sistem layanan dasar, terutama air minum, kesehatan, listrik, pendidikan, dan layanan lainnya. Juga, 22 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk sekitar 3 juta orang terlantar.

Selama hampir lima tahun, negara itu telah menyaksikan perang antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dengan kelompok Houthi. (fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*