BELZ WEDDINGNew York, LiputanIslam.com — Mengikuti saudara-saudara mereka di Israel yang telah terlebih dahulu menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, ribuan warga yahudi ortodhok New York, hari Minggu (9/3) melakukan aksi demonstrasi menentang pencabutan keistimewaan para pelajar sekolah agama di Israel dari kewajiban mengikuti wajib militer.

Sekitar 50 ribu warga yahudi kota terbesar di Amerika itu melakukan aksi demo di dekat kawasan bisnis keuangan Wall Street selama 90 menit. Mereka menyatakan bahwa pelajar seminari harus dikecualikan dari kewajiban mengikuti wajib militer.

Namun undang-undang militer yang baru diajukan parlemen Israel baru-baru ini, tetap mewajibkan para “santri” yahudi untuk mengikuti wajib militer. UU ini diperkirakan akan lolos dari pembahasan parlemen bulan ini, dan akan diundangkan efektif tahun 2017 mendatang.

“Sampai saat ini mereka masih memberi menghormati kami karena kami beragama dan kami tengah belajar, bahwa kami harus tinggal di yeshivas,” kata pemimpin aksi Rabbi Jacob Kellner.

“Kini mereka telah berubah. Ini sangat tidak menghormati,” tambahnya.

“Ini sangat membahayakan, tidak ada lagi kompromi. Saya akan katakan kepada anak-anak saya bahwa jika mereka direkrut maka saya lebih suka masuk penjara daripada berdinas,” tambahnya lagi.

Seminggu sebelumnya (2/3) ratusan ribu warga yahudi orthodok Israel menggelar aksi demonstrasi menentang undang-undang tersebut di Jerusalem (al-Quds).(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL