Sumber: lotusgardenhotel.com

Tulungagung, LiputanIslam.com– Ratusan nelayan yang beroperasi di Teluk Popoh Tulungagung menggelar tradisi labuh laut atau Larung Sembonyo. Panitia acara Sumarianto mengatakan puncak prosesi Larung Sembonyo adalah membawa sesaji dalam replika kapal tersebut ke tengah laut. Gelaran tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas tangkapan ikan yang melimpah.

“Ini adalah tradisi turun-temurun yang sudah dilakukan oleh para pendahulu kami. Intinya adalah sebagai bentuk rasa syukur kami karena selama setahun terakhir ini hasil ikan melimpah,” katanya di Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu (14/9).

Sumarianto menjelaskan bahwa semua biaya acara tersebut semuanya berasal dari iuran para nelayan teluk Popoh. “Upacara Sembonyo ini dibiayai secara patungan oleh para nelayan maupun pedagang ikan di Popoh,” ucapnya.

Sementara Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengaku bangga atas upaya para nelayan yang melestarikan tradisi para leluhur. Pihaknya juga akan terus memberikan dukungan untuk para nelayan.
Baca: Pemkab Flotim Berupaya Lestarikan Budaya Lamaholot
“Kami juga bersyukur para nelayan di Popoh dalam beraktivitas diberikan kesehatan dan keselamatan. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan sehingga juga menjadi daya tarik wisata,” ungkapnya. (aw/detik/sumutkota).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*