Kisah Manusia Berdiri di Tengah Lautan

Manusia Berdiri di Tengah Lautan

Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengunggah foto selfie dua pria yang berdiri di tengah laut, tepat di atas tumpukan ikan yang berhasil ditangkap, Minggu, 11 Januari 2015.

“Ini di daerah dekat Tual. Jaring trawl disatukan. Bayangkan manusia bisa berdiri di tengah laut, berapa ton ikan diambil,” kicau Susi.

Tak ayal, kicauan Susi pun dibalas oleh follower-nya, yang beramai-ramai meminta pemerintah agar lebih tegas lagi dalam menindak illegal fishing.

“Presiden bilang masa depan kita di laut. Bukan 5-10 tahun saja tapi 20 tahun ke depan. Kita perlu jaga sustainability sumber daya laut kita,” respon Susi menanggapi komentar netizen.

Susi juga meminta kepada masyarakat, jika ada yang menemukan pejabat dari Kementrian Kelautan dan Perikanan ‘bermain-main’, agar segera melapor. “Adukan ke saya 0811211365,” imbau Susi.

Susi, dengan dibantu oleh stafnya kerap bertanya jawab dengan netizen melalui akun resminya, @susipudjiastuti. Kendati baru seumur jagung, akunnya telah diikuti oleh lebih dari 51.000 pengguna Twitter.

Dibawah Menteri Susi, KKP Tangkap 39 Kapal Asing

Dari laporan detik.com, 12 Januari 2014, tim pemberantasan illegal fishing Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap 39 kapal pencuri ikan selama tahun 2014. Penangkapan ini dilakukan oleh 27 kapal pengawas KKP. 13 kapal pengawas tersebar di laut Indonesia bagian barat, sedangkan di laut Indonesia bagian timur berjumlah 14 kapal.

“39 kapal ditangkap dimana 23 kapal berbendera Indonesia dan 16 kapal ikan asing. Jadi ini sangat signifikan,” ungkap Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanudin saat berdiskusi dengan media di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.

Secara total jumlah kapal yang diawasi selama 2014 sebanyak 2.044 kapal, yaitu 2.028 kapal berbendera Indonesia dan 16 kapal asing. Sedangkan luas laut yang diawasi sebesar 5,8 juta km persegi. “Luas laut 5,8 juta km persegi hanya dihadapkan dengam 27 kapal pengawas,” imbuhnya.

Selama 2014 jumlah hari layar 27 kapal pengawas tersebut hanya 66 hari kerja, dengan anggaran hanya Rp 91,2 miliar. Jumlah ini dinilai kecil, apalagi satuan kerja yang dimiliki juga sangat terbatas. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*