WHO-leaders-on-EbolaNew York, LiputanIslam.com — Organisasi kesehatan dunia di bawah PBB, WHO, hari Jumat (8/8) mengumumkan kondisi darurat internasional atas wabah virus ebola. Menurut WHO, kerjasama internasional sangat diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus mematikan tersebut.

Pengumuman tersebut dilakukan setelah para ahli mengadakan pertemuan 2 hari membahas wabah virus ebola, di Swiss. Demikian laporan BBC, Jumat (8/8).

Sejauh ini telah 930 orang meninggal akibat serangan virus mematikan ini di beberapa negara Afrika barat, sejak wabah ini merebak bulan Februari lalu. PBB mendeklarasikan wabah virus ebola saat ini sebagai “kejadian luar biasa”.

“Kemungkinan konsekuensi dari penyebaran secara internasional menjadi serius karena sifat ganas virus, padatnya penduduk di wilayah yang terjangkit dan pola-pola transmisi fasilitas kesehatan, serta lemahnya sistem kesehatan di negara-negara yang terserang dampak,” demikian pernyataan WHO.

Direktur WHO Dr Margaret Chan mengatakan bahwa tidak ada pelarangan bepergian maupun perdagangan terkait dengan penyebaran virus ebola. Namun negara-negara di dunia harus mempersiapkan diri untuk mendeteksi, menyelidiki dan mengelola kasus-kasus virus ebola, termasuk di bandara-bandara.

Dengan status “kejadian luar biasa” ini, maka terdapat kondisi “risiko kesehatan umum menyebar ke negara-negara lain melalui penyebaran penyakit”.

Status yang sama yang pernah ditetapkan WHO adalah wabah flu babi tahun 2009 dan polio pada bulan Mei lalu.

Menurut Dr Chan, status baru tersebut diharapkan akan menarik perhatian serius para pemimpin dunia atas bahaya yang merebak virus ebola.

Sementara itu BBC juga melaporkan, negara-negara yang terkena wabah virus ebola di Afrika Barat, hari Kamis (7/8) mulai menerapkan larangan bepergian di beberapa wilayah dengan memblokir beberapa jalur lalu lintas, untuk mencegah penyebaran virus.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL