ebolaAccra, LiputanIslam.com — Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) menyelenggarakan pertemuan darurat di Ghana, Rabu (2/7), untuk mengatasi wabah virus ebola yang semakin meningkat di Afrika Barat.

Para pejabat dan ahli kesehatan dari 11 negara hadir dalam pertemuan yang digelar di Accra itu untuk mendiskusikan cara mengatasi wabah ebola. Demikian laporan BBC.

Dianggap sebagai wabah virus ebola terbesar, wabah ini telah menewaskan lebih dari 400 orang di Afrika Barat. Kebanyakan korban berasal dari Guinea, sebagian lain berasal dari Liberia dan Sierra Leone.

Menteri kesehatan dari ketiga negara itu hadir dalam pertemuan bersama pejabat-pejabat dari negara-negara tetangga seperti Pantai Gadig, Mali, Guinea Bissau, Senegal, Uganda, Kongo, Gambia dan Ghana.

Pada hari Selasa (17) WHO mengumumkan jumlah korban meninggal akibat wabah saat ini mencapai 467, 68 di antaranya meninggal setelah 23 Juni.

Para pakar mengkhawatirkan angka korban sebenarnya lebih besar dari yang dilaporkan karena banyak yang menyembunyikan keluarga mereka yang terkena wabah. Hal itu sekaligus menambah besar risiko penyebaran virus.

WHO telah mengirim 150 ahlinya ke Afrika Barat dalam beberapa bulan terakhir untuk mencegah meluasnya wabah. Namun WHO juga mengeluhkan kurangnya komitmen politik di negera-negara terjangkitnya wabah tersebut untuk menangani wabah.

“Pencegahan wabah ini membutuhkan respon kuat di negara-negara yang terjangkit wabah, khususnya yang saling berbatasan satu sama lain,” demikian pernyataan WHO terkait wabah tersebut.

Sebagian besar korban terjadi di wilayah Guekedou selatan, Guinea, dimana wabah ini pertama kali muncul Februari lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL