Sana’a, LiputanIslam.com—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada Kamis (4/1/18) bahwa setidaknya 471 orang di Yaman terinfeksi penyakit difteri.

Menurut informasi dari juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, provinsi Ibb dan provinsi Hudaydah merupakan kawasan yang paling parah terjangkit penyakit ini.

“Rasio kematian dari semua kasus [difteri] mencapai 10 persen,” kata Jasarevic, sembari menjelaskan bahwa sudah ada 46 kematian yang terdaftar sejak hari Selasa lalu.

Pada tanggal 13 Desember lalu, WHO mengumumkan bahwa terdapat lebih dari 280 kasus difteri yang terdeteksi di Yaman. Angka ini terus meningkat setiap tiga minggu.

Agresi militer oleh Arab Saudi di Yaman telah merusak sistem kesehatan di negara itu. Saudi telah memblokir total suplai medis yang mengakibatkan krisis kemanusiaan yang genting di antara penduduk Yaman.

Pada Selasa lalu, Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan bahwa 415 fasilitas kesehatan telah dirusak oleh serangan udara Saudi. Akibatnya, lebih dari 55% fasilitas kesehatan ini tidak lagi bisa berfungsi, sementara 45% sisanya hanya bisa beroperasi dengan kapasitas minimum. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*