sudirmanJakarta, LiputanIslam.com–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, mengatakan pihaknya telah menerapkan whistle blower sebagai ruang pengaduan. Hal ini disampaikannya pada Rabu (25/11/014) di hadapan Komite II DPD RI.

“Ada kebijakan baru yang kami terapkan yaitu whistle blower sebagai ruang pengaduan,” kata Sudirman.

Sudirman dalam rapat tersebut mengakui bahwa Kementerian ESDM tengah menjadi sorotan akibat banyaknya kasus korupsi yang menjerat para pejabat Kementerian ESDM.

Kasus Rudi Rubiandini, serta mantan Menteri ESDM era Susilo Bambang Yudhoyono yakni Jero Wacik telah nyata-nyata mencoreng nama Kementerian ESDM, dan mengusik kepercayaan publik terhadap institusi yang menaungi masalah energi tersebut.

“Sebab itu, kami ke depan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat, dan juga agar kementerian ini ke depan juga bisa berjalan dengan baik,” ucap Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga sudah membentuk  Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi. Tim ini, selain memberikan rekomendasi kepada Kementrian terkait pengelolaan minyak dan gas bumi, juga bertugas untuk membasmi mafia migas. (baca: Faisal Basri, Ketua Tim Pembasmi Mafia Migas)

Tim yang diketuai Faisal Basri ini bersifat ad hoc atau sementara. Kementerian menargetkan, dalam waktu enam bulan ke depan, Faisal dan kawan-kawan sudah memberikan rekomendasi mengenai reformasi tata kelola migas. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL