pulitzer_logoWashington, LiputanIslam.comThe Washington Post dan The Guardian meraih penghargaan Pulitzer Prize untuk kategori pelayanan publik, kategori paling bergengsi, dengan berita-beritanya mengungkap kerja Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat berdasarkan dokumen yang dibocorkan  oleh mantan agen intelijen Amerika Serikat Edward J.Snowden.

Pemberitaan kedua media tersebut telah memunculkan reaksi dari dunia internasional yang meminta pemerintah untuk membatasi program mematai-matai warganya sendiri.  Pemberitaan ini juga menuai kritik keras dari pemerintah Amerika dan Inggris.

Penghargaan Pulitzer diumumkan pada Senin (14/4). Menurut Dewan yang menganugerahkan Pulitzer Prize , penghargaan diberikan kepada media yang memberitakan isu-isu yang membantu masyarakat memahami keamanan nasional secara lebih terbuka dengan cara pandang yang lebih luas.

Editor The Guardian di London, Alan Rusbridger, berharap penghargaan ini membuat pejabat Amerika meninjau kembali sikap mereka terhadap Snowden yang saat ini menjadi pencari suaka di Rusia setelah Amerika berusaha menangkapnya.

“Ini soal waktu saja bahwa masih banyak diskusi yang akan muncul mengenai apa yang telah dia kerjakan,” kata Rusbridger.

“Memperlakukannya sebagai kejahatan bukan sebuah tanggapan yang pas,” tambahnya.

Untuk kategori breaking news terbaik diraih oleh The Boston Globe atas liputannya mengenai peristiwa pengeboman saat berlangsungnya Boston Marathon yang menewaskan tiga orang dan melukai 260 orang.

Sedangkan jurnalis Jason Szep dan Andrew R.C. Marshall yang bekerja untuk Reuters meraih penghargaan untuk kategori liputan internasional. Kedua jurnalis meliput etnis Rohingya, etnis minoritas yang teraniaya di Myanmar.

Sementara untuk liputan investigasi diraih oleh Chris Hamby dari Center for Public Integrity atas liputannya mengenai para penambang batu bara berjuang menentang sistem di negaranya.

The New York Times meraih dua penghargaan untuk kategori photo terbaik. Tyler Hicks memenangkan kategori photo breaking news terbaik mengenai serangan teroris di mal Nairobi yang menewaskan 60 orang. Dan, Josh Haner untuk photo feature terbaik mengenai pemulihan korban-korban pengeboman saat digelarnya Boston Marathon.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*