fiskLondon, LiputanIslam.com — Serangan militer yang dilancarkan koalisi yang dipimpin Saudi Arabia terhadap Yaman merupakan langkah bersejarah Saudi yang akan mengantarnya menuju kehancuran dirinya.

Demikian dikatakan oleh wartawan senior Inggris Robert Fisk dalam tulisan terakhirnya di media terkemuka Inggris, The Independent, Sabtu (28/3). Serangan udara yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman adalah aksi bersejarah, sekaligus fatal, bagi tahta Ibnu Saud dan Timur Tengah.

Menurut Fisk, lebih dari separoh personil militer Saudi berdarah Yaman atau memiliki hubungan keluarga dengan orang-orang Yaman melalui pekawinan. Mereka sangat berpotensi untuk memberontak setelah terjadinya revolusi di Yaman tahun lalu, dan terlebih lagi setelah Saudi menyerang Yaman saat ini.

Selain itu Saudi tidak pernah memiliki pengalaman bagus dalam kasus Yaman. Pada tahun 1960-an Saudi — Wikipedia menyebutnya bersama dengan Inggris dan Israel, yang berusaha mengusir pasukan Mesir dari Yaman, mengalami kekalahan telak.

Fisk tidak menyebutkan, tahun lalu Arab Saudi juga megalami kegagalan telak lainnya ketika 130 lebih prajuritnya tewas dalam pertempuran melawan kelompok milisi Houthi di perbatasan Yaman-Saudi.

“Tentara Saudi memiliki keterikatan erat dengan Yaman, sehingga revolusi Yaman sangat menakutkan keluarga kerajaan Saudi. Tidak heran Raja Salman – jika ia memang pengambil keputusan di negaranya — ingin mengakhiri ancaman ini dengan tuntas,” tulis Fisk tentang keputusan serangan koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman saat ini.

Fisk adalah wartawan Inggris yang dianggap paling berpengalaman tentang berbagai masalah di Timur Tengah. Analisis selengkapnya Robert Fisk tentang hal ini silakan dilihat di rubrik “Analisa” di sini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*