sby-galau-415x270Jakarta, LiputanIslam.com — Hari terakhir menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudyohono meninggalkan warisan utang dalam jumlah yang sangat besar. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2014 sebesar USD290,4 miliar atau sekira Rp 3.426,72 triliun jika mengacu kurs Rp11.800 per USD.

Dari keterangan yang diterbitkan BI, Sabtu (17/10/2014), posisi ULN pada akhir Agustus 2014 tersebut terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD134,2 miliar atau 46,2 persen dari total ULN, dan ULN sektor swasta USD156,2 miliar atau 53,8 persen dari total ULN.

“Dengan perkembangan ini, pertumbuhan tahunan ULN pada Agustus 2014 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2014 sebesar 10,2 persen (yoy), melanjutkan tren pertumbuhan yang terus meningkat sejak Desember 2013,” demikian keterangan tersebut.

Kondisi ini, oleh  pengamat ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, dinilai sebagai warisan ‘tulang belulang’ semata.

“Kalau dilihat secara garis besar ada 3 hal yang diwariskan pemerintahan SBY, yang buat saya warisan tulang belulang, sudah tidak ada sisa (daging ekonomi) yang bagus-bagus itu, APBN tiap tahunnya akan mengalami defisit karena akan membayar utang luar negeri saja,” ucap Salamuddin, Senin (29/9/2014).

Di lain kesempatan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengungkapkan, risiko utang luar negeri 2014 semakin meningkat, terutama karena utang swasta sudah lebih tinggi dari pemerintah. Sehingga jika terjadi penarikan dan keluar oleh investor asing, maka akan membuat perekonomian Indonesia ambruk.

“Itu kita alami juga waktu 1998-1999 kita alami juga. Waktu itu utang luar negeri tinggi sehingga terjadi krisis,” ungkapnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL