YunaniAthena, LiputanIslam.com — Setelah warga di sejumlah negara melakukan aksi menentang pembunuhan ulama Shiah Arab Saudi, Sheikh Nimr, ratusan warga Yunani, hari Rabu kemarin (6/1) melakukan aksi yang sama.

Kantor berita Press TV melaporkan, ratusan warga berbaris menuju kantor Kedubes Saudi Arabia di Athena yang dijaga ketat oleh polisi. Para demonstran mengusung gambar Sheikh Nimr al-Nimr dan menyerukan slogan-slogan anti-Saudi selama aksi demonstrasi tersebut.

“Kami menuntut Saudi Arabia untuk menghentikan aksi-aksi terorisme. Kami menuntut Saudi Arabia menghentikan memelihara para eketremis dan fanatis untuk membunuhi orang-orang tak bersalah,” kata Ashir Haider, perwakilan dari warga Shiah di Yunani, yang turut dalam aksi tersebut.

Sheikh Nimr yang menjadi kritikus keras kebijakan-kebijakan politik Saudi ditangkap tahun 2012 lalu dengan tuduhan mengancam keamanan negara Saudi. Saat penangkapan ia mengalami perlakuan keji sehingga mengalami luka parah karena tembakan dan pukulan-pukulan. Pada hari Sabtu (2/1) pemerintah Saudi mengumumkan ia sebagai salah seorang yang dihukum mati bersama puluhan orang lainnya yang dituduh melakukan aksi terorisme. Sheikh Nimr menolak tegas semua tuduhan terhadapnya.

Tindakan Saudi itu mengundang kecaman dari sejumlah organisasi internasional termasuk PBB dan Uni Eropa, sebagaimana sejumlah negara termasuk Amerika. Iran dan Irak adalah negara yang bereaksi paling keras terhadap Saudi. Kantor Kedubes Saudi di Iran dibakar massa, sementara Kedubes Saudi di Irak diserang roket.

Sementara itu di Irak, warga tidak berhenti melakukan aksi mengecam pembunuhan atas Sheikh Nimr. Pada hari Rabu kemarin ribuan orang berkumpul di Lapangan Tahrir untuk mengekspresikan kecaman atas pembunuhan Sheikh Nimr al-Nimr.

Aksi tersebut diikuti oleh sejumlah kelompok seperti Kata’ib Hezbollah, Badr Movement dan Asaib Ahl al-Haq. Mereka menyerukan kepada pemerintah Irak untuk mengusir Dubes Saudi di Irak.

“Tuntutan kami kepada pemerintah sangat jelas. Termasuk di antaranya adalah pengusiran Dubes Saudi dari Irak dan pemulangan Dubes Irak di Riyadh,” kata salah seorang pemimpin aksi demo seperti dilaporkan Press TV.

Tidak lama setelah pengumuman hukuman mati atas Sheikh Nimr, kantor Kedubes Saudi di Baghdad mengalami serangan roket. Namun belum jelas siapa yang bertanggungjawab atas serangan itu.

Saudi baru saja membuka kantor kedubesnya di Irak pada 1 Januari lalu, setelah ditutup sejak tahun 1990 ketika Irak menginvasi Kuwait dan mendorong invasi koalisi internasional pimpinan AS ke Irak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL