shiah pakistanIslamabad, LiputanIslam.com — Setidaknya 45 orang warga Shiah Ismailiah Pakistan tewas akibat aksi terorisme di dekat Karachi, Rabu (13/5). Demikian polisi setempat mengatakan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, polisi menyebutkan 6 orang teroris bersenjata yang mengendarai sepeda motor, menghentikan sebuah bus dan menembaki penumpangnya secara membabi buta.

Organisasi Jundullah yang terkait dengan Al Qaida mengaku bertanggungjawab atas serangan itu. Sementara selembar liflet yang ditinggalkan penyerang mengidentifikasi diri sebagai anggota ISIS.

Perdana Menteri Muhammad Nawaz Sharif mengutuk keras aksi serangan itu dan memerintahkan penyelidikan mendalam atasnya.

Ini merupakan serangan paling berdarah terhadap warga Shiah Pakistan tahun ini setelah pada bulan Januari lalu serangan bom menewaskan 62 orang.

Diperkirakan terdapat sekitar 30 juta penganut Shiah di Pakistan, atau mencapai 30% dari penganut Islam di Pakistan. Sedangkan Ismailiah satu aliran atau mazhab kecil dalam Shiah.

Polisi menyebutkan bus naas tersebut berpenumpang 60 warga Shiah yang hendak berziarah ketika dihentikan para teroris di daerah Safoora Goth. Polisi menyebut, aksi tersebut telah direncanakan dengan baik. Para penyerang disebut-sebut menyamar sebagai polisi.

Sopir bus tersebut termasuk di antara mereka yang tewas dan seorang penumpang yang terluka mengemudikan bus itu ke rumah sakit Memon Hospital Institute.

“Saya datang untuk mencari mayat putra saya. Ia seorang pelajar yang tengah mempersiapkan ujian pertamanya tahun ini di sekolah menengah,” kata seorang laki-laki di rumah sakit kepada BBC.

Karena jumlah penganutnya yang relatif kecil dibandingkan aliran Shiah lainnya, penganut Shiah Ismailiah relatif jarang menjadi korban kekerasan kelompok-kelompok ekstremis seperti Taliban ataupun Al Qaida. Apalagi kelompok ini dianggap menjauhi politik dan ‘low profile’.

Pimpinan Shiah Ismailiah Pakistan Pangeran Karim Aga Khan dalam pernyataannya mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai ‘tindakan kekerasan tidak berperikemanusiaan terhadap kelompok masyarakat pecinta damai’.

Kelompok Jundullah dalam pernyataannya paska serangan, mengaku sebagai pelaku aksi serangan dan berjanji akan melakukan aksi-aksi kekerasan lainnya kepada panganut Ismailiah, Shiah dan Kristen.

Kastaf AD Pakistan Jendral Raheel Sharif membatalkan kunjungan ke Sri Lanka dan kini memimpin penyelidikan, BBC News menyebutkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL