istana mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Marah oleh keterlibatan aparat keamanan pemerintah dalam peristiwa penculikan 43 pelajar di kota Iguala, ribuan warga Mexico menyerang Istana Kepresidenan dan membakar pintu gerbang komplek istana.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (9/11) petang, aksi demonstrasi ini terjadi hanya berselang sehari setelah Jaksa Agung Jesus Murillo Karam mengumumkan adanya keterlibatan aparat pemerintah dalam peristiwa penculikan para palajar di Iguala.

Berdasarkan pengakuan anggota kelompok gangster Guerrero Unidos yang ditangkap, para pelajar itu diserahkan oleh polisi Iguala kepada para anggota gangster pada tanggal 26 September lalu. Sebagian dari mereka telah meninggal saat diterima mereka dan sisanya langsung ditembak sebelum dibakar di bawah tumpukan kayu dan ban bekas. Selanjutnya jasad mereke dibuang ke sebuah sungai.

Jaksa Agung juga menyebutkan, Walikota Iguala yang telah ditangkap bersama istrinya, telah memerintahkan para pelajar yang tengah melakukan aksi demonstrasi, untuk ditangkap karena mengganggu kegiatan yang dihadiri istrinya.

Menyusul pengumuman itu, warga pun marah kepada pemerintah yang dianggap turut bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Aksi protes juga terjadi di ibukota negara bagian Guerrero, Chilpancingo dan beberapa kota lainnya. Selain membakar pintu gerbang Istana Negara, demonstran juga membakari mobil-mobil. Belasan orang ditangkap dalam aksi protes berujung vandalisme itu.

Presiden Enrique Pena Nieto hari Minggu (9/11) tetap terbang ke Beijing Cina untuk mengikuti KTT APEC, disusul kemudian ke Australia, meski berbagai kritikan ditujukan kepadanya karena dianggap tidak peduli dengan krisis yang terjadi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL