Beitunia, LiputanIslam.com – Puluhan warga Palestina melakukan aksi demo di luar penjara Ofer milik Israel dekat kota Beitunia. Mereka mendukung aksi mogok makan warga Palestina yang menjadi tahanan di penjara tersebut. Namun pasukan militer Israel menyerang para pendemo dengan tembakan peluru dan gas air mata. Demikian laporan dari sumber lokal pada Kamis (20/4) seperti dirilis Press TV.

Akibat serangan itu, sedikitnya satu orang Palestina terkena luka tembak. Daerah itu pun sebagian tertutup asap tebal sehingga para pendemo batuk-batuk dan susah bernafas.

Sekitar 1.500 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan untuk memprotes kondisi penjara Israel yang keras dan membatasi kunjungan keluarga mereka.

Pada tanggal 13 April, kelompok hak asasi manusia terkemuka di London, Amnesty International meminta rezim Tel Aviv untuk mengakhiri kebijakan “melanggar hukum dan kejam” terhadap para tahanan Palestina.

“Kebijakan Israel yang kejam untuk menahan tahanan Palestina yang ditangkap di wilayah Palestina sendiri … merupakan pelanggaran mencolok terhadap Konvensi Jenewa Keempat,” kata Magdalena Mughrabi, Wakil Direktur Regional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International.

“Ini melanggar hukum dan sangat kejam. Konsekuensi bagi orang yang dipenjara dan orang yang mereka cintai adalah rasa kehilangan untuk saling bertemu selama berbulan-bulan, dan kadang-kadang selama bertahun-tahun, ini justru dapat menghancurkan kehidupan mereka,” tambah Mughrabi.

Sementara itu, bentrokan lain antara pendemo Palestina dan tentara Israel di kota Abu Dis, dekat kampus Universitas Al-Quds telah menyebabkan satu warga Palestina terluka.

Pasukan militer Israel telah menggerebek kota tersebut pada Kamis dini hari, mengerahkan puluhan tentara di jalanan dan sekitarnya. Pasukan militer tersebut dilaporkan memeriksa para pelajar Palestina dalam perjalanan mereka ke universitas.

Masyarakat Red Crescent Palestina melaporkan bahwa satu warga Palestina telah dipukul dan terluka oleh peluru baja berlapis karet, sementara 11 lainnya menderita inhalasi gas air mata. Lalu seorang pendemo Palestina juga ditahan.

Rezim Tel Aviv memang telah mencoba mengubah susunan demografis al-Quds Yerussalem selama beberapa dekade terakhir, dengan cara; membangun pemukiman ilegal, menghancurkan situs-situs bersejarah, dan mengusir warga Palestina setempat. (AL/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL