warga maliBamako, LiputanIslam.com — Warga Mali, sebuah negara kecil di Afrika, menggelar petisi untuk meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menyelamatkan negara Mali. Tidak dipungkiri ini adalah dampak dari langkah Vladimir Putin membantu rakyat Suriah dalam peperangan melawan kelompok-kelompok teroris.

Seperti dilaporkan media Rusia Sputnik News, pekan lalu dengan mengutip laporan situs berita Actusen.com, warga Mali sudah merasa putus asa dengan konflik berkepanjangan yang terjadi di negaranya, dan hanya melihat Putin sebagai satu-satunya harapan.

Organiser petisi berharap mendapatkan delapan juta penandatangan untuk menarik perhatian Putin dan bersedia melakukan ‘intervensi’ perdamaian di Mali.

“Perancis (bekas penjajah Mali) tidak menginginkan perdamaian di Mali,” kata seorang organiser petisi tersebut kepada Actusen.com.

Warga Mali tidak melihat ribuan pasukan perdamaian Perancis yang berada di negaranya, juga pasukan perdamaian Uni Afrika, bisa menyelesaikan krisis sosial politik berkepanjangan di negaranya. Hal ini meski Perancis melancarkan kampanye anti-teroris dan adanya perjanjian gencatan senjata antara pemerintah dengan pemberontak Tuareg. Situasai di negara itu masih rawan.

Akhir tahun lalu pemerintah Mali telah memperpanjang status darurat hingga 31 Maret setelah pemerintah gagal menguasai kondisi di negara itu.

Pada 20 November lalu sejumlah militan bersenjata menangkap dan menyandara 170 orang di Hotel Radisson Blu di Bamako, ibukota Mali. Pasukan Mali didukung pasukan perdamaian PBB melancarkan operasi pembebasan, namun 19 orang harus menjadi korban, termasuk enam warga Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL