reactor4Tokyo, LiputanIslam.com Ratusan warga  menggelar aksi demo di Tokyo pada hari Sabtu (1/3), memprotes keputusan pembatalan tuntutan atas musibah nuklir Fukushima yang diambil Kejaksaan Jepang.

Ruiko Muto, 61 tahun, organisator demonstrasi, berkata di depan massa, ”Banyak sekali korban dalam kecelakaan tersebut, namun tak ada tuntutan apa-apa.”

“Kami bertekad untuk terus mengatakan pengalaman kami sebagai korban, untuk menyuarakan kebenaran yang terjadi pada kecelakaan tersebut, kami juga ingin agar kecelakaan serupa tak terjadi lagi di masa yang akan datang,” tambahnya sambil menunjukkan sebuah foto desa Kawauchi, yang tertimpa krisis nuklir.

Pada 11 Maret 2011, gempa bumi berkekuatan 8,9 skala ritcher telah menimbulkan gelombang tsunami yang mengakibatkan kerusakan berat pada 6 reaktor nulir Fukushima. Sistem pendingin reaktor mengalami kebocoran hingga mengakibatkan pelepasan zat-zat radioaktif.

Meskipun tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa  dalam kecelakaan tersebut, namun beberapa penduduk Fukushima melakukan bunuh diri karena khawatir akan terpapar bahaya zat radioaktif. Puluhan ribu orang masih belum berani kembali ke rumah-rumah mereka di sekitar area yang kini lumpuh itu.

Pada tahun 2012, sekitar 15.000 orang yang rumah dan perkebunannya terkena radiasi dari pembangkit nuklir itu telah mengajukan protes kepada pemerintah Jepang dan Otoritas Tokyo Electric Power Co(TEPCO). Namun kejaksaan kemudian mengumumkan bahwa mereka tidak bias dituntut untuk mengganti rugi siapapun atas bencana yang terjadi.

Pemerintah Jepang dan para eksekutif TEPCO sendiri mendapat banyak kecaman karena sebelumnya tidak  mengambil tindakan yang diperlukan guna melindungi pembangkit nuklir tersebut dari ancaman bahaya tsunami.(lb/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL