anti-natoRoma, LiputanIslam.com — Ratusan warga Sisilia, Italia, hari Ahad kemarin (1/11), turun ke jalan-jalan memprotes latihan militer yang digelar NATO ‘Trident Juncture 2015’. Latihan perang terbesar sepanjang dekade ini diklaim sebagai ‘penyesuaian terhadap ancaman-ancaman yang muncul’.

Seperti dilaporkan Russia Today, para peserta demonstran berjalan melalui jalanan kota Marsala, kurang dari 16 km dari pangkalan udara Vincenzo Florio. Pangkalan ini menjadi basis bagi skuadron Angkatan Udara Italia dan menjadi bagian dari pangkalan ‘Airborne Early Warning and Control’ NATO.

Diorganisir oleh kelompok “No war, no NATO”, para aktifis dari segala penjuru Sisilia berbaris dengan membawa sejumlah besar banner bertuliskan: “Sicilia bukan laboratorium perang” dan “Sisilia bukan zona perang”. Para demonstran juga menyerukan agar pemerintah Italia menghabiskan belanjanya untuk pendidikan dan kesehatan daripada militer.

Dengan kawalan polisi, aksi tersebut memblokir lalu-lintas kota ketika mereka berjalan menuju ‘Lapangan Merdeka’. Sejumlah aksitif juga menyuarakan keprihatinannya bahwa aktifitas NATO itu telah mengganggu industri pariwisata di Sisilia.

Latihan perang NATO ini dimulai sejak 19 Oktober dengan melibatkan 36.000 tentara dari 30 negara, lebih dari 160 pesawat tempur, helikopter, pesawat pengintai, drone-drone, yang diterbangkan dari 15 pangkalan udara di Italia, Spanyol dan Portugal. Ini adalah latihan terbesar NATO sejak tahun 2002.

NATO terus meningkatkan aktifitas dan kekuatannya seiring munculnya konflik di Ukraina, termasuk peningkatan kekuatan di negara-negara eks Uni Sovyet seperti Polandia dan negara-negara Baltik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL