Yerusalem, LiputanIslam.com—Ratusan warga Israel turun ke jalanan Yerusalem pada Sabtu (12/5/18) untuk memprotes pemindahan kedubes AS ke kota itu, dalam parade Hari Yerusalem.

Aksi tersebut, yang diorganisir oleh badan Standing Together dan badan pemerhati pemukinan, Peace Now, diikuti oleh setidaknya 100 demonstran yang berjalan bersama dari Jalan King George ke Jaffa Gate Kota Tua.

Sebuah rekaman laporan dari media Ruptly memperlihatkan para peserta aksi meneriakkan slogan seperti  “Jangan buat Yerusalem terbakar”, “Kami melawan peningkatan [kekerasan militer]” dan  “Netanyahu – mundur! Perdamaian lebih berharga [dibandingkan pemindahan kedubes]!”

“Saya datang hari ini karena saya yakin bahwa Yerusalem milik semua orang… semua orang bersama-sama memiliki Yerusalem. Dan telah ada terlalu banyak yang dilakukan atas nama Yahudi,” ucap salah satu peserta aksi kepada Ruptly.

Aksi ini dilakukan hanya 2 hari sebelum AS meresmikan kedubes mereka di Kota tua.

Langkah ini merupakan hasil kebijakan Donald Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember tahun lalu. Kebijakan ini menciptakan protes dari seluruh kawasan Timur Tengah dan negara-negara Muslim, serta kecaman dari negara anggota PBB, UE, dan paus umat Kristen, Pope Francis.

Sementara, PM Israel Benjamin Netanyahu memuji langkah itu sebagai peristiwa bersejarah”. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*