kerusuhan hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Ribuan warga Hongkong yang marah karena kehidupannya terganggu oleh aksi-aksi demonstrasi, menyerang para demonstran di beberapa tempat. Akibatnya rencana pembicaraan dengan antara demonstran dan pemerintah menjadi mentah kembali.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, di distrik komersial Mong Kok di Tanjung Kowloon, penduduk menyerang para demonstran dan berusaha membongkar tenda-tenda para demonstran. Polisi pun turun tangan untuk mencegah bentrokan berdarah antara kedua massa tersebut.

Aksi serupa terjadi di Causeway Bay, dimana penduduk berusaha membongkar barikade yang didirikan para demonstran. Polisi menyebut telah menangkap 19 orang yang terlibat bentrokan antara penduduk dengan demonstran.

Meski gagal membubarkan demonstrasi, kehadiran warga itu mengingatkan para demonstran bahwa tidak semua warga Hongkong mendukung aksi-aksi demonstrasi yang digalang oleh Federasi Pelajar dan kelompok Occupy Central.

“Saya tidak mendukung Occupy Central. Kami harus bekerja untuk mendapatkan uang. Aksi demonstrasi ini hanya permainan,” kata Lee, seorang pekerja bangunan yang ikut menyerang demonstran.

“Kembalikan Mong Kok kami kembali, kami warga Hong Kong butuh makan!” kata warga lainnya.

Akibat serangan-seranga itu para pemimpin demonstran pun memutuskan untuk menunda pembicaraan dengan pemerintah. Mereka menganggap pemerintah telah gagal melindungi para demonstran.

Pada hari Kamis (2/10) malam, pemimpin eksekutif Hongkong CY Leung menawarkan dialog dengan para demonstan untuk menghentikan aksi-aksi demonstrasi setelah para demonstran menuntut pengunduran dirinya.

“Pemerintah telah mengijinkan para mafia untuk menyerang aksi-aksi demonstrasi damai. Ini telah memutuskan jalan bagi dialog dan pemerintah harus bertanggungjawab atas konsekuensinya,” kata pemimpin demonstran dari Federasi Pelajar Hongkong.

Sementara pemimpin demonstran dari kelompok Occupy Central, Benny Tai mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya hanya mempertimbangkan untuk memboikot dialog.

Belum ada respon dari pemerintah Hongkong atas reaksi para demonstran ini. Sementara itu pegawai pemerintah diperintahkan bekerja di rumah setelah para demonstran menutup akses ke kantor-kantor pemerintahan.

Proxi Amerika
Sementara itu Tony Cartalucci, jurnalis Asia Times dalam sebuah artikel di situs New Eastern Outlook hari Rabu (1/10) menyebutkan keterlibatan AS di balik aksi-aksi demonstrasi dengan menjadi pendukung utama gerakan Occupy Central.

“Tujuan utama AS di Hong Kong adalah jelas, yaitu menjadikan Hong Kong sebagai episenter gerakan subversi asing untuk menginfeksi daratan Cina secara langsung,” tulis Cartalucci.

Menurut Cartalucci, para pemimpin gerakan Occupy Central adalah orang-orang yang dibina dan didukung oleh AS untuk menyerang Cina dengan aksi-aksi demonstrasi berkedok “demokrasi”.

“Mengikuti uang dan menyaksikan sikap barat atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di Hongkong, membuka dengan pasti bahwa, sekali lagi, Washington dan Wall Street tengah sibuk bekerja untuk membuat Hongkong sebagai wilayah yang sulit untuk diperintah oleh Beijing,” tambah Cartalucci.

Dalam artikel itu juga dipaparkan keterlibatan para tokoh Occupy Central dalam organisasi-organisasi yang didanai AS, termasuk pertemuan-pertemuan mereka dengan para pejabat dan politisi AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL