Gaza, LiputanIslam.com—Warga Palestina di Jalur Gaza memperingati tahun ke-19 peristiwa Intifada kedua pada hari Minggu (29/9) kemarin.

Intifada kedua terjadi pada bulan September 2000. Pemimpin oposisi Israel saat itu, Ariel Sharon, melakukan kunjungan provokatif ke Haram al-Sharif atau Temple Mount di Yerusalem al-Quds bersama dengan ratusan pasukan Israel. Kunjungan itu dikecam luas oleh warga Palestina.

Akibat kunjungan itu, terjadi pemberontakan besar-besaran rakyat Paestina terhadap Israel. Beberapa ribu orang tewas dan terluka sebelum pemberontakan berakhir pada Februari 2005 setelah adanya gencatan senjata.

Pada hari Minggu (29/9) kemarin, sejumlah tokoh politik Palestina mengisi sebuah seminar dalam rangka mengingat peristiwa berdarah itu. Warga Palestina masih percaya bahwa Intifada masih berlangsung, dan karena itu mereka tidak ragu mengorbankan hidup untuk membela negara mereka.

Mereka mengatakan bahwa perlawanan adalah satu-satunya cara bagi Palestina untuk melindungi Yerusalem al-Quds dari kejahatan Israel. Mereka pun bertekad untuk mempertahankan Yerusalem al-Quds dengan segala cara.

Mengenai serangan tentara Israel kepada demonstran damai Palestina, warga Gaza menyebut kekerasan itu tidak akan menghentikan merka untuk terus menentang kejahatan Israel. Intifada masih hidup di hati dan pikiran, maka mereka akan terus membela hak-hak mereka.(ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*