Gaza, LiputanIslam.com—Warga Palestina di Jalur Gaza mengantar jenazah seorang paramedis yang tewas akibat tembakan tentara Israel.

Ratusan pelayat berkumpul di kamp pengungsi Bureij pada Selasa (11/6) kemarin sambil meneriakkan slogan kecaman kepada rezim Israel. Mereka juga menuntut gerakan-gerakan resistensi agar merespon aksi-aksi biadab negara Zionis itu.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, paramedis bernama Mohammed Subhi al-Judeili (36) itu dirawat selama sebulan di rumah sakit akibat terluka parah di aksi demo “Great March of Return” di perbatasan Gaza.

Al-Judeili menderita patah tulang tengkorak setelah peluru logam berlapis karet milik tentara Israel mengenai hidungnya.

Organisasi kemanusian, Palestine Red Crescent Society, menyatakan bahwa pria itu meninggal di sebuah rumah sakit di kota al-Khalil, Tepi Barat selatan.

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila, pun mengecam keras penembakan itu. Ia menyebut kematian Judeili sebagai kejahatan perang karena pasukan Israel sengaja menargetkan paramedis dan ambulans Palestina saat mereka sedang melakukan tugas kemanusiaan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*