taclobanManila, LiputanIslam.com — Ribuan warga Filipina, hari Sabtu (8/11), terlibat dalam peringatan bencana topan Haiyan yang menerjang kota Tacloban 8 November 2013 lalu. Bencana ini menewaskan lebih dari 7.000 orang.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, ribuan warga melakukan pawai menyusuri kota Tacloban sementara sirine dan bel gereja-gereja berdentang memperingati setahun bencana yang menghancurkan Filipina bagian tengah setahun yang lalu.

Sementara sekelompok aktifis memprotes langkah pemerintah yang dianggap terlalu lamban dalam menangani bencana yang mengakibatkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal ini. Sebagian korban hingga kini masih tinggal di tempat-tempat penampungan.

Upacara utama digelar di kuburan massal di Tacloban dimana ribuan korban dikuburkan. Pada saat senja tiba, peserta pawai prosesi menyalakan lilin. Sementara aktifis membakar gambar Presiden Aquino.

Secara terpisah, ratusan orang juga melakukan aksi peringatan di ibukota Manila dengan tema utamanya mengkritik langkah pemerintah yang dianggap lambat dalam penanganan bencana maupun dalam merekontruksi kota-kota yang terkena bencana.

Presiden Aquino dianggap mengabaikan rekonstruksi, dengan lambannya program pembangunan pemukiman pengganti yang molor dari jadwal. Namun Aquino membantah tuduhan itu.

“Saya juga berharap bisa berjalan lebih cepat dan saya akan mendorong semua orang untuk berjalan cepat. Namun kenyataan pahit adalah yang yang harus dikerjakan tidak bisa diselesaikan dalam semalam,” kata Aquino.

Aquino sendiri tidak menghadiri peringatan di Tacloban, meski pada hari Jumat (7/11) ia mengunjungi kota Samar yang juga mengalami kehancuran, meski tidak separah Tacloban.

Tacloban adalah basis pendukung mantan ibu negara Imelda Marcos yang menjadi oposisi pemerintah. Imelda turut hadir dalam peringatan di Tacloban.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL