anti natoSofia, LiputanIslam.com — Ratusan warga Bulgaria menggelar aksi demonstrasi menentang aksi-aksi militer NATO di negara itu di ibukota Sofia, Minggu (8/3). Mereka menuntut NATO untuk meninggalkan negara yang sejak tahun 2004 bergabung dengan aliansi itu.

Dalam aksinya itu beberapa demonstran membawa spanduk bertuliskan: “Pangkalan-pangkalan militer barbar Amerika, keluar dari Bulgari! Hentikan pembunuhan-pembunuhan!” dan “Hentikan pemerintahan pendudukan dan kolonial! NATO, keluar dari Bulgaria! Masa depan ada di tangan kami!” Demikian seperti dilansir Press TV.

Pemimpin demonstran Yane Ivanov dalam pidatonya di depan demonstran mengatakan, “Sangat disayangkan, Bulgaria kini dikuasai oleh institusi krimininal, yaitu NATO!”

Aksi ini terjadi setelah 5 kapal perang NATO memasuki pelabuhan Varna, Bulgarian timur, sebelum melakukan latihan perang NATO bersama negara-negara Turki dan Rumania.

Bulan lalu warga Bulgaria juga menggelar aksi demonstrasi menentang NATO setelah pemeritah merencanakan pembangunan markas komando NATO di negara itu.

Pada bulan Februari NATO sepakat untuk meningkatkan jumlah pasukan ‘reaksi cepat’-nya dari 13.000 menjadi 30.000 personil. NATO juga merencanakan membangun 6 markas komando baru di Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania dan Bulgaria.

Tahun lalu, terutama setelah munculnya konflik di Ukraina timur, NATO telah meningkatkan aktifitas militernya di negara-negara anggotanya di Eropa Timur yang berdekatan dengan Rusia. Hal yang sama juga dilakukan oleh Rusia. Sementara beberapa insiden penyusupan pesawat-pesawat tempur Rusia di negara-negara NATO juga telah banyak dilaporkan.

Bulgaria adalah mantan sekutu Rusia sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga runtuhnya Uni Sovyet.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*