demo kekerasan bangladeshDhaka, LiputanIslam.com — Ratusan warga Bangladesh menggelar aksi keprihatinan atas sejumlah aksi pembunuhan terhadap penulis dan blogger di negara itu akhir-akhir ini. Mereka mengecam pemerintah yang dianggap lemah dalam menangani masalah ini.

Dalam aksi itu ratusaan guru, pelajar, penulis dan kelompok-kelompok aktifis lain berkumpul di University of Dhaka, Ahad (1/11). Aksi tersebut dipicu oleh dua serangan terpisah di ibukota Dhaka hari Sabtu (31/10). Serangan pertama menewaskan Faisal Arefin Dipon, seorang penerbit buku-buku sekularisme di kantornya. Dalam serangan lainnya dua orang blogger dan seorang penerbit, Ahmedur Rashid Tutul, mengalami luka-luka.

Kelompok militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda mengaku bertanggungjawab atas serangan-serangan itu.

Samina Lutfa, seorang dosen yang turut mengorganisir aksi itu mendesak masyarakat untuk ‘turun ke jalanana memprotes aksi-aksi pembunuhan’ tersebut.

“Ini adalah kegagalan pemerintah yang tidak bisa menghukum para pelaku pembunuhan,” kata Imran Sarker, ketua kelompok blogger yang turut dalam aksi tersebut seperti dilansir Press TV, Ahad (1/11).

Tahun ini Bangladesh mengalami serangkaian aksi-aksi kekerasan, terutama terhadap para penulis dan blogger yang dianggap telah melecehkan agama Islam. Dimulai pada bulan Februari lalu, blogger Avijit Roy tewas diserang kawanan bersenjata tajam saat berjalan bersama istrinya dari sebuah pameran buku di Dhaka. Istrinya turut mengalami luka-luka dalam serangan itu.

Pada tanggal 24 Oktober sebuah serangan bom mengguncang kawasan Hussaini Dalan yang dihuni kelompok minoritas Shiah, menewaskan seorang warga dan melukai puluhan lainnya. Sebelumnya dua orang pekerja asing dari Italia dan Jepang tewas ditembak oleh kelompok yang mengaku berafiliasi dengan ISIS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL