croc-brutusMelbourne, LiputanIslam.com — Seorang warga Australia berhasil menyelamatkan istrinya dari serangan seekor buaya air asin di Taman Nasional Litchfield di dekat kota Darwin, Australia utara.

Seperti dilansir BBC News, Senin (1/12), laki-laki pemberani itu meloncat ke punggung buaya tersebut dalam upayanya menyelamatkan sang istri dan memaksanya melarikan diri dari mangsanya.

Buaya tersebut menyerang Wendy Petherick, saat tengah berdiri di pinggir sungai, mencengkeramkan gerahamnya di kaki korbannya dan berusaha menyeretnya ke dalam air.

Mendengar teriakan Wendy, sang suami, Norman secara insting berusaha menyelamatkan istrinya dengan melompat ke punggung buaya tersebut.

“Saya lihat Wendy di dalam air, mencoba menarik sesuatu di kakinya, dan saya melihat seekor buaya. Saya bertindak cepat, langsung melompat ke punggungnya, mencari letak matanya, mencoloknya dan ia pun melepaskannya,” kata Norman.

Akibat serangan itu wanita berusia 36 tahun itu mengalami luka-luka yang cukup serius dan harus menjalani operasi di Darwin. Norman sendiri tidak mengalami luka-luka.

Minggu lalu, polisi di Northern Territory menembak seekor buaya yang mencoba menyerang seorang pemabuk yang berenang di perairan yang banyak dihuni buaya. Bulan Agustus lalu seorang pria tewas dimangsa buaya di Sungai Adelaine, selatan Darwin.

Buaya air asin merupakan binatang predator terbesar dan paling berbahaya di Australia. Para ahli mencatat binatang terbesar jenis ini mencapai berat 2 ton lebih dengan panjang mencapai 7 meter. Belasan orang tewas dan terluka setiap tahunnya akibat serangan binatang ini di Australia.  Di Sungai Adelaine Australia diketahui tinggal seekor buaya raksasa berukuran panjang 5,5 meter dengan berat lebih dari satu ton. Menjadi obyek wisata dengan pertunjukan lompat airnya untuk menangkap makanan yang diberikan pemandu wisata, buaya itu diberi nama Brutus.

Namun buaya pemangsa manusia terbanyak adalah buaya Sungai Nil yang diberi julukan “Gustave”. Binatang ini tercatat telah membunuh lebih dari 300 orang di Burundi, Afrika, dan hingga kini belum tertangkap.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL