demo baratiSidney, LiputanIslam.com Ribuan warga Sidney, Australia menggelar aksi damai “terangi kegelapan” mengenang pemuda pencari suaka asal Iran yang tewas di pusat detensi Australia di pulau Manus, Papua Nugini, Minggu(23/2) kemarin. Para pengunjuk rasa berkumpul di Sidney, menyalakan lilin dan menagisi kematian pemuda pencari suaka asal Iran, Reza Barati, 23 tahun, di sebuah fasilitas detensi Australia.

Para pengunjuk rasa membawa foto Barati bertuliskan,”Kami tahu kamu disana, dan kami peduli.

The Guardian melaporkan sekitar 15.000 orang termasuk tokoh agama dan selebritas turut berpartisipasi dalam aksi damai yang diorganisir aktivis kelompok GetUp tersebut. menurut aktivis GetUp, banyak pula yang mengikuti aksi unjuk rasa melalui jejaring sosial, mem-posting foto lilin yang menyala sebagai bentuk  keperdulian.

“Malam ini, ribuan warga Australia berteriak untuk perubahan,” ungkap direktur nasional GetUp, Sam Mclean.”Kebenarannya adalah bahwa kami tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi di tempat tersebut. Pemerintah seolah “mematikan lampu”, menutup-nutupi sampai ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Awal bulan ini, Reza Barati, 23 tahun, tewas akibat luka parah di kepalanya setelah ribuan pencari suaka berusaha melarikan diri dari kamp detensi di Pulau Manus, lepas pantai Papua Nugini. Surat kabar Australia melaporkan bahwa kemungkinan Barati tewas karena kepalanya diinjak oleh penjaga saat ia jatuh tak berdaya.

Pada 21 Februari kemarin, warga Australia menggelar aksi yang serupa di pinggiran kota Sidney memprotes pembunuhan Barati. Para pengunjuk rasa menyalahkan politik imigrasi pemerintah dan menyerukan agar Perdana Menteri Tony Abbot mundur.

Di hari yang sama pula, unjuk rasa juga terjadi di Melbourne, menuntut penutupan pusat detensi pulau Manus dimana sekitar 1.300 pencari suaka dari berbagai negara diantaranya Afganistan, Sudan, Iraq, Iran, Lebanon, Pakistan, Somalia dan Suriah, ditahan di sana.

Fasilitas detensi ini adalah bagian dari kebijakan keras yang diterapkan Abbott terhadap para pencari suaka, termasuk pengungsi lintas batas dan para manusia perahu serta larangan bagi mereka untuk tinggal di Australia.(lb/presstv/theguardian)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL