gross kerryWashington DC, LiputanIslam.com — Pemerintah AS akan memberikan kompensasi senilai $3,2 atau setara sekitar Rp 40 miliar kepada warganya yang dibebaskan oleh Kuba minggu lalu, Alan Gross.

Sebagaimana dilansir BBC News, Kamis (25/12), US Agency for International Development (USAID) mengatakan telah bersepakat dengan perusahaan Alan Gross tentang kompensasi itu setelah terjadinya penahanan Gross. Pembebasan itu mendorong pemerintahan Presiden Barack Obama untuk memulihkan hubungan dengan Kuba yang telah terputus selama 50 tahun.

Gross ditangkap polisi Kuba tahun 2009 saat sedang membangun jaringan internet milik warga yahudi di Kuba di bawah program USAID. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun atas dakwaan tindak subversi, dan telah menjalani hukuman selama 5 tahun saat dibebaskan.

Gross (65 tahun) dan istrinya telah mengajukan gugatan terhadap USAID yang telah sengaja mengirimnya ke daerah berbahaya, namun pada bulan November pengadilan menolak gugatan itu. Untuk menghentikan tuntutan lebih lanjut, pemerintah AS selanjutnya setuju untuk memberikan kompensasi senilai tersebut di atas.

Minggu lalu Presiden Barack Obama mengumumkan akan berusaha memulihkan hubungan diplomatik kedua negara dengan membuka kantor kedubes AS di Havana dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari upaya “membuka isolasi terhadap Kuba”.

Pembebasan Gross merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara yang mencakup pembebasan 3 warga Kuba yang ditahan AS atas tuduhan mata-mata. Sementara seorang warga AS lainnya yang ditahan Kuba karena tuduhan mata-mata juga dikembalikan ke AS. Demikian BBC News melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL