Washington, LiputanIslam.com–Warga negara bagian Louisiana menggelar demo memperingati kematian Alton Sterling, seorang warga Afrika-Amerika yang dibunuh semena-mena oleh polisi AS.

Dalam peristiwa pembunuhan tersebut, dua orang polisi kulit putih menembak Sterling di depan sebuah toko di Baton Rouge pada bulan Juli lalu. Namun, kedua polisi ini tidak dijatuhkan hukuman oleh Departemen Kehakiman AS.

Kebijakan Depkeh ini memicu kemarahan banyak orang. Dalam demo yang digelar pada Selasa (2/05/2017), polisi menahan tiga perempuan dengan alasan menghalangi jalan raya. Para demonstran ini berkumpul di Jalan Raya Airline yang berseberangan dengan kantor polisi Baton Rouge.

Kematian Sterling telah memicu banyak demonstrasi lain di berbagai kawasan di AS. Sampai kini, polisi telah menahan setidaknya 200 orang yang mengikuti demo.

Badan advokasi Together Baton Rouge menilai, kebijakan yang dikeluarkan Depkeh AS tidak adil terhadap Sterling dan keluarganya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL