Washington, LiputanIslam.com—Wakil Presiden AS, Mike Pence, menyatakan bahwa pemerintah Donald Trump saat ini memprioritaskan “pembebasan” di Kuba, Nikaragua, dan Venezuela. Ketiga negara ini memiliki pemerintahan progresif di kawasan.

Hal ini disampaikan Pence dalam acara pengambilan sumpah duta AS untuk Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) yang baru, Carlos Trujillo.

“Kita akan berada di sisi mereka yang mendambakan kebebasan dan kami akan melawan penindas mereka,” tegasnya.

Dalam pidatonya itu, Pence menyebut masyarakat Kuba hidup “di bawah warisan tirani,” sebuah terminologi yang sering digunakan oleh kelompok sayap-kanan Amerika-Kuba terhadap pemerintah komunis Kuba.

Mengenai Nikaragua, Pence menuduh pemerintah Daniel Ortega “menindas secara brutal” para demonstran damai. Tuduhan itu biasa dipakai oleh pemerintah AS dan sekutunya untuk menjustifikasi intervensi ke suatu negara meski tidak ada bukti yang kuat atas klaim itu.

Berbicara tentang Venezuela, Pence menyebut Presiden Nicolas Maduro seorang “diktator” yang membuat negaranya yang dulu merupakan “salah satu negara terkaya di Amerika Selatan menjadi salah satu yang termiskin.”

Selama bertahun-tahun, AS terus menerus melakukan serangan secara ekonomi dan politik kepada ketiga negara ini dengan tujuan penggulingan rezim.

Sejak 1960, pemerintah AS menjatuhkan embargo ekonomi kepada Kuba. Pada 1980-an, Presiden AS Ronald Reagan mulai mendanai kelompok militer di Nikaragua bernama Contras. Sedangkan pada 2015, Obama mendeklarasikan Venezuela sebagai “ancaman bagi keamanan nasioanal” dan menjatuhkan sanksi dan pengasingan diplomatik.

Pada awal tahun ini, mantan menlu AS Rex Tillerson juga mengisyaratkan sebuah kudeta militer di Venezuela.

Duta AS untuk OAS yang baru, Trujillo, mengumumkan pada minggu lalu bahwa akan ada pertemuan OAS yang membicarakan situasi di Venezuela.

“Kita bisa mencapai itu [perubahan rezim] dengan mengeluarkan sebuah resolusi yang mengecam  Venezuela karena tidak menerima bantuan kemanusiaan. Itu adalah langkah pertama,” tutur Trujillo. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*