murtadKhartoum, LiputanIslam.com — Seorang wanita Sudan yang dijatuhi hukuman mati akibat murtad, akhirnya dibebaskan dari hukuman oleh pengadilan banding.

BBC melaporkan hari ini (23/6) bahwa Meriam Yahia Ibrahim Ishag (27 tahun), dibebaskan oleh pengadilan banding setelah pada bulan Mei lalu ia dijatuhi hukuman mati karena berpindah agama mengikuti agama suaminya, Kristen.

Sang suami, Daniel Wani, yang kini tinggal di Amerika, mengatakan akan segera menemui Meriam dan membawanya pergi secepat mungkin. Keduanya menikah tahun 2011 lalu di sebuah gereja dan beberapa waktu lalu Meriam telah melahirkan seorang anak di dalam penjara.

Hukuman mati yang dijatuhkan kepada Meriam Yahia Ibrahim Ishag, telah menimbulkan kritikan masyarakat internasional atas sistem hukum di Sudan.

Sudan adalah negara muslim dengan hukum syariah yang diterapkan sejak tahun 1980-an. Meski tumbuh besar sebagai penganut Kristen Orthodox, pemerintah menganggap Meriam sebagai muslimah.

Suaminya yang lahir di Sudah Selatan sebelum merdeka, pindah ke AS tahun 1998 saat terjadinya perang sipil di Sudan. Ia bertemu Meriam dan tidak lama kemudian menikahi wanita itu saat berkunjung ke Sudan tahun 2011. Mereka menikah di gereja utama di kota Khartoum.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL